Tumpangsari Jagung - Kedelai Dengan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Pada Jagung Cetak
Oleh Afrilia   
Rabu, 29 Juli 2015 09:34

Sistem tanam tumpangsari antara jagung dan kacang kedelai merupakan alternatif yang dapat dilakukan dengan tujuan mendukung program pemerintah dalam mengupayakan swasembada pangan. Swasembada pangan khususnya beras sangat sulit dipertahankan, walaupun sudah didukung dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. Hal ini disebabkan konservasi lahan pertanian (persawahan) menjadi lahan non pertanian dan globalisasi industri, sehingga lahan yang subur semakin berkurang.

Tumpangsari jagung dan kacang kedelai sangat ideal dari segi ekonomi dan memberikan pengaruh saling melengkapi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kedua tanaman tersebut. Jagung mempunyai peranan sebagai bahan pengganti beras, bahkan menjadi bahan pangan utama dibebrapa wilayah tertentu di Indonesia. Sedangkan kacang kedelai mengandung sumber protein nabati yang cukup tinggi dan potensial di Indonesia.

Luasan panen seluruh wilayah di Indonsia untuk tanaman jagung tahun 2006adalah 3.345.805 ha dan rata-rata hasilnya 34.70 Mg ha-1. Produksi secara nasional untuk tanaman jagung pada tahun 2006 adalah 11.609.493 ton. Produksi diwilayah Kalimantan Timur pada tahun 2006 untuk tanaman jagung memiliki luasan panen 6.051 ha dan rata-rata hasil 23.81 Mg ha-1 dengan produksi sebesar 14.410 ton (Badan Pusat Statistika, 2007).

selengkapnya [pdf]

LAST_UPDATED2