Sekilas tentang Ayam Nunukan Cetak
Oleh Nur Rizqi B   
Jumat, 16 Mei 2014 14:57

Ayam nunukan adalah salah satu plasma nutfah Kalimantan Timur.  Berdasarkan sejarahnya, ayam nunukan dibawa oleh imigran berkebangsaan cina yang bekerja di Nunukan dan Tarakan. Walaupun ayam jenis ini populer dengan ayam nunukan tetapi di nunukan sendiri tidak berkembang dengan baik karena sebagian besar imigran tersebut bertempat tinggal di pulau tarakan. Oleh karena itu ayam nunukan justru berkembang bagus di pulau tarakan.

Ayam nunukan mempunyai karakteristik dan kekhasan tersendiri yang dapat dilestarikan dan dikembangkan. Karakteristik dari ayam nunukan : jantan dan betina memiliki bulu coklat sebagai warna dasar,  pola warna bulu yang polos,  kerlip bulu keemasan, corak bulu polos. Karakteristik lain dari ayam nuunukan adalah lambatnya pertumbuhan bulu pada sayap dan ekornya, yang sangat sedikit/sangat pendek atau bahkan tidak tumbuh sama sekali (Wafiatiningsih et al, 2005).

Ayam nunukan merupakan ayam dwiguna yaitu sebagai ayam petelur dan pedaging. Pada umur 6 bulan beratnya dapat mencapai 3,5 kg (berat hidup) dan pada umur dewasa beratnya dapat mencapai lebih dari 4 kg (Irawan, 1996).  Creswell and Gunawan (1987) menyatakan bahwa produksi pertama ayam nunukan pada umur 153 hari sedangkan ayam ras petelur berproduksi pertama pada umur 150 hari. Total produksi telur ayam nunukan adalah 182 butir /tahun  sedangkan ayam ras sebanyak 259 butir . Walaupun produksi telurnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras, tetapi konsumsi ayam nunukan lebih rendah, 85 gr/ekor/hari, dibandingkan dengan ayam ras petelur  yaitu 118 g/ekor/hari. Tetapi konversi pakan ayam nunukan lebih tinggi yaitu 3,6 dibandingkan ayam ras petelur yang mempunyai konversi pakan 2,7.