Apa itu fase generatif? Cetak
Oleh Rina D   
Senin, 24 Agustus 2020 08:35

Fase pertumbuhan tanaman padi dibagi menjadi 2, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Mumpung sebagian besar lahan di Kalimantan Timur belum panen, yukz kita intip apa itu fase generatif.

Fase generatif berlangsung setelah tanaman padi berumur 55 hst. Pada fase ini tanaman padi akan mengalami beberapa tahapan, antara lain:

1.            Fase Reproduktif

Fase reproduktif diawali dari inisiasi bunga sampai pembungaan (setelah putik dibuahi oleh serbuk sari) berlangsung sekitar 30 hari. Pemberian zat pengatur tumbuh atau penambahan hormon tanaman berupa gibberlin dan pemeliharaan tanaman dari serangan penyakit sangat diperlukan pada fase ini. Perbedaan lama periode fase reproduktif antara padi varietas genjah maupun yang berumur panjang tidak berbeda nyata. Ketersediaan air pada fase ini sangat diperlukan, terutama pada tahap terakhir diharapkan bisa tergenang 5 – 7 cm.

Ada beberapa tahapan dalam fase reproduktif, yaitu:

a.            Tahap Bunting (booting stage)

b.            Tahap Keluar Malai (heading stage)

c.             Tahap Pembungaan (flowering stage)

2.            Fase Pemasakan/Pematangan

Fase ini berlangsung sekitar 35 hari, dari tahap masak susu sampai dengan masak biologis. Pada fase ini gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu dan dapat dikeluarkan dengan menekan/menjepit gabah di antara dua jari. Malai mulai merunduk. Pelayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun bendera dan dua daun di bawahnya tetap hijau. Tahap ini paling disukai oleh walang sangit. Pada saat pengisian, ketersediaan air juga sangat diperlukan. Sedangkan pada tahap pematangan, sebaiknya tanah dibiarkan dalam kondisi kering.  Adapun 3 tahapan pada fase ini antara lain:

a.            Tahap matang susu (Milk Grain Stage)

b.            Tahap gabah ½ matang (dough grain stage)

c.             Tahap gabah matang penuh (Mature Grain Stage)

 

Sumber : Dikutip dari berbagai sumber