Daun Gamal sebagai Obat Scabies pada Ruminansia Cetak
Oleh Junaidi PS   
Rabu, 01 Juli 2015 07:04

Tanaman gamal (Gliricidia Sepium) sangat mudah tumbuh di daerah tropis, perbanyakannya cukup mudah dengan cara stek dan umur 4-6 bulan sudah siap diambil daunnya. Selain kaya protein, sehingga sangat baik sebagai pakan ruminansia, daun gamal mempunyai khasiat untuk penyembuh penyakit scabies pada ruminansia.

Scabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcopter Scabiei atau Psoroptes Species. Penyakit ini bersifat Zoonosis, penyakit hewan yang dapat menular ke manusia/sebaliknya.

 

Gejala Klinis:

Hewan yang terserang scabies akan mengalami rasa gatal yang hebat (ditandai dengan hewan berusaha menggaruk-garukkan tubuhnya pada dinding kandang/pepohonan yang berada disekitarnya), adanya keropeng pada kulit dan bulu menjadi rontok. Berikut adalah cara pembuatan obat scabies dari daun gamal.

Cara pembuatan:

Daun gamal yang digunakan yaitu daun tua tetapi masih lunak (kandungan kumarinnya tinggi)

  • 100 gram daun gamal dicincang atau diblender dan direbus dalam minyak kelapa sawit sampai mendidih selama 1 jam. Suhu diturunkan dengan cara mengecilkan api (jangan sampai mendidih) selama 1 jam, sehingga total pemanasan selama 2 jam.
  • Minyak yang telah mengandung bahan aktif daun gamal disaring dan diperas sehingga minyak tersaring sempurna serta hasil saringan dimasukkan ke dalam botol berwarna gelap agar tidak terkena sinar matahari.
  • Obat scabies ini dapat disimpan selama 1 minggu pada suhu ruangan atau selama 6 bulan apabila didalam lemari es (suhu 4oC).

Cara Pengobatan :

  • Oleskan pada kulit hewan yang terserang dengan menggunakan kuas atau sabut kelapa. Jika seluruh badan yang terserang (untuk 1 ekor kambing membutuhkan sekitar 100 – 200 ml obat, tergantung pada besar kecilnya ternak).
  • Pengobatan dilakukan 2 kali dengan jangka waktu 1 minggu. Obat ini tidak meninggalkan efek samping seperti keracunan atau kebutaan pada hewan.

Sumber: Yuningsih, 2014. Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor.