Pengaruh Model Kandang Bertingkat Vertikal Terhadap Produksi Telur Burung Puyuh Cetak
Oleh Nur Rizqi B   
Kamis, 15 Desember 2011 09:47

Burung puyuh merupakan ternak yang relatif cepat menghasilkan telur yaitu pada umur 6 minggu dan dapat menghasilkan telur 200-300 butir dalam setahun. Pemeliharaan puyuh membutuhkan modal yang relatif kecil dan dapat dilakukan pada skala rumahtangga. Kandang bertingkat vertikal banyak dipakai oleh sebagian peternak karena membutuhkan lahan yang tidak begitu luas dengan daya tampung yang besar. Hasil penelitian BPTP Kaltim 2007 menunjukkan bahwa produksi telur mengalami penurunan dari tingkat 1 sampai tingkat 4 yaitu berturut-turut 70,53%, 64,34%, 60,17 %, 58,68% tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Produksi yang menurun ini disebabkan oleh kurangnya cahaya pada tingkat yang lebih rendah. Angka Mortalitas burung puyuh menunjukkan perbedaan yang sangat nyata dari tingkat 1 sampai 4 yaitu 2,22%, 11,11%, 15,56%, dan 2,2%. Mortalitas yang tinggi ini disebabkan oleh tingkat kesehatan yang rendah karena kurangnya sirkulasi udara pada tingkat yang lebih rendah. Oleh karena itu disarankan pada peternak burung puyuh yang menggunakan kandang vertikal supaya membersihkan kandang telur puyuh terutama yang berada di posisi tengah. Kandang vertikal dapat dilihat pada Gambar 1.
Sumber ; Wafiatiningsih dan Sulistyono, 2007