Lanjut, Kaltim Tiada Hari Tanpa Panen Cetak
Berita
Oleh Tim Redaksi   
Senin, 08 Januari 2018 15:18

Kaltim menguning, sumringah di wajah petani menyambut musim panen padi. Paling tidak kebutuhan pokok akan pangan bisa terpenuhi, kata lapar memudar dari kamus kehidupan seirama gerakan sabit yang memotong tangkai demi tangkai padi.

Kalimantan Timur (Kaltim) sebuah wilayah yang berada di tanah Borneo patut bersyukur musim hujan tidak menghalangi tanahnya untuk tetap menghasilkan padi yang tumbuh bagus hingga tiba masa panen. BPTP Balitbangtan Kaltim sebagai salah satu institusi vertikal Kementerian Pertanian yang berperan dalam mendampingi aktivitas pertanian di wilayah Kaltim tak surut langkah dalam mendampingi dan mendesiminasikan inovasi teknologi pertanian agar pertanian di Kaltim bisa memberikan hasil yang optimal.

Salah satu bukti bentuk nyata keberhasilan BPTP Balitbangtan Kaltim dalam melaksanakan tugasnya adalah berhasil mendampingi petani di Kaltim hingga bisa memasuki masa panen dengan tingkat produktivitas hasil yang optimal.

"Tiada Hari Tanpa Tanam, Tiada hari Tanpa Panen" jargon yang di sampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim (Dr. M. Amin) merupakan kalimat nyata saat awal 2018 telah dimulai dengan gerakan tanam bersama di Kabupaten Kutai Timur, dan di lain hari panen bersama di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.

Panen di Kabupaten Kutai Kartanegara dilaksanakan di lahan persawahan Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, dengan produktivitas hasil mencapai 6,5 ton/ha GKP (6 Januari 2018) untuk varietas Ciboga dan Ciherang. Sementara itu panen di Kota Samarinda mencapai produktivitas hasil 6 ton/ha GKP di lahan persawahan Desa Sindangsari, Kecamatan Sambutan dengan varietas padi Mekongga dan Ciherang (7 Januari 2018).

Dimasa mendatang, panen dipastikan akan menghampiri wilayah lain di Kaltim, seiring menguningnya padi di sawah, sumringah petani tidak hanya milik Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.