Sentuhan Inovasi di Wilayah Perbatasan Cetak
Berita
Oleh Margaretha   
Rabu, 08 November 2017 09:42

“Surga di Utara, ungkapan ini sangat pas untuk menggambarkan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan bila dilihat dari kondisi alamnya. Namun perjalanan untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat udara, sehingga percepatan pembangunan di wilayah ini sangat terhambat”, ujar Sekretaris Daerah Kab. Nunukan (Tommy Harun).

SETDA Nunukan (topi biru) meninjau lokasi kandang umbaran kegiatan BPTP Kaltim

Masyarakat yang ada hampir 100% berprofesi sebagai petani sawah, ternak dan perikanan (darat) dimana semua diolah secara organik dan dilaksanakan secara turun menurun. Salah satu produksi utamanya adalah beras adan,merupakan padi unggul organik yang memiliki kualitas dan rasa yang tiada duanya.

Produksi padi yang dihasilkan sangat terbatas dan semakin menurun, hal ini disebabkan karena petani hanya menanam sekali dalam setahun ketika musim hujan tiba. Begitu juga dengan sistem tanam yang dilakukan dengan penyebaran benih secara acak. Problem lain yang mengancam adalah pertanian di Krayan ini sangat tergantung dengan kerbau, sedangkan jumlah kerbau semakin menurun.

Sentuhan inovasi teknologi sangat dibutuhkan untuk dapat menggenjot produksi padi adan, tanpa mengubah cita rasa yaitu diolah secara organik.Ir. Nurbani (Peneliti BPTP Kaltim) mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ke 2 (dua), BPTP Kaltim melakukan pendampingan di Kec. Krayan yang merupakan wilayah perbatasan.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem Tanam Jarwo 2 : 1 merupakan salah satu solusi untuk mampu meningaktkan hasil produksi. dengan menggunakan sistem tanam jarwo membuat seluruh tanaman menjadi dipinggir sehingga sinar matahari diserap dengan kadar yang sama disisi tumbuhnya.

Inovasi lainnya adalah pengembangan kerbau dengan menggunakan sistem Inseminasi Buatan (IB) dan program integrasi antara kerbaudan padi adan.Kerbau di dikumpulkan didalam satu kandang umbaran dengan memberikan hijauan makan ternak gizi tinggi, sehingga mampu berproduksi tinggi demikian juga kotorannya yang terkumpul agar dapat lebih mudah dalam memanfaatkannya.

Tommy berharap kegiatan BPTP Kaltim dapat diterapkan di seluruh wilayah Krayan (5 Kecamatan), sehingga produksi padi adan dapat semakin meningkat sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Krayan. Demikan disampaikan disaat mengunjungi kandang umbaran yang dilaksanakan oleh binaan BPTP Kaltim.