Petani Santan Hulu, Antusias Tanam Padi 3 Kali Setahun Cetak
Berita
Oleh Tri Zulchy P   
Kamis, 05 Oktober 2017 05:31

INPARI 30 Ciherang Sub 1

Percepatan pencapaian swasembada padi dan dukungan teknologi diharapkan mampu meningkatakan produksi padi di Kalimantan Timur. Peningkatan indeks pertanaman (IP) dengan sentuhan teknologi inovasi melalui pendampingan budidaya tanaman padi disesuaikan berdasarkan lingkungan lokal setempat. Peningkatan produksi padi dan swasembada merupakan hal pokok yang harus dicapai Propinsi Kalimatan Timur sebagai lumbung pangan nasional. Kegiatan CPCL merupakan salah satu penentu dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman padi di Kalimantan Timur. Hadir dalam acara tersebut Kepala BPTP Kalimantan Timur, Dr. Muhammad Amin, Kepala UPTD Dinas Pertanian dan Peternakan Kec. Marangkayu, Misran, Selasa 3/10/17.

Amin mengatakan, kegiatan IP ini didukung dengan teknologi inovasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Selama ini, lokasi penanaman padi di lakukan hanya 1 kali setahun dengan rata-rata produksi padi mencapai 3-4 t/ha. Dengan peningkatan indeks pertanaman dan sentuhan inovasi teknologi diharapkan mengalami peningkatan produksi lebih dari 4.5 ton/ha.

Kelompok Tani mengapresiasi kegiatan peningkatan IP ini dengan harapan adanya perbaikan sistem budidaya padi bagi petani setempat. Inovasi teknologi yang akan diberikan berupa penggunaan varietas unggul padi Inpara 2, Inpari 30 dan Inpari 32 serta sistem pertanaman jajar legowo 2:1.

Diharapkan kegiatan peningkatan IP dengan sentuhan teknologi inovasi Badan Litbang Pertanian, melalui pendampingan petani secara berkelanjutan akan mampu meningkatkan produksi padi, mencukupi kebutuhan pasar, serta menciptakan lumbung pangan di Kalimantan Timur. Kerjasama dengan semua stakeholder terkait di daerah diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas sehingga kesejahteraan petani meningkat.