BPTP Kaltim Dukung Program Pengembangan Klaster Padi Organik di Kaltara. Cetak
Berita
Oleh Margaretha   
Jumat, 15 September 2017 06:37

“Sistem tanam Jajar legowo yang diterapkan oleh 5 kelompok tani di Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan Kalimantan Utara terbukti mampu meningkatkan hasil produksi padi organik, dengan Varietas yang digunakan adalah Inpari 30, Ciherang dan Ciliwung” ujar Casman petani Padi Organik dalam FGD yang dilaksanakan Bank Indonesia.

FGD dilaksanakan di Tarakan 11 – 12 September 2017 dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Hendik Sudaryanto) dan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kaltara,  Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Kaltara, BPTP Kaltim, PPL, TNI dan Petani binaan BI.

Produksi harus terus ditingkatkan mengingat beras merupakan komoditas pemberi andil inflasi tinggi dalam tiga tahun terakhir yaitu 4,89 %. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menekan inflasi dan menstabilkan nilai tukar dengan mendukung ketahanan pangan. Salah satunya ialah dengan mengembangkan kluster padi organik di Bulungan, karena merupakan produksi beras terbesar di Kalimantan Utara.

Petani yang menggunakan varietas baru telah menanam 2 x setahun, sementara untuk padi lokal masih 1 x pertahun. Produktivitas rata – rata yang dihasilkan saat ini adalah 4,3 ton dengan biaya produksi 6 juta (tanpa alsintan). Biaya produksi dengan alsintan dapat menghemat sekitar 2 juta, dengan demikian agar petani dapat memperoleh pendapatan diperlukan peningkatan produktivitas dan penggunaan alsintan.

Dalam hal ini BPTP Balitbangtan Kaltim berperan dalam introduksi teknologi budidaya melalui pendampingan serta pelatihan, untuk mendukung program pengembangan klaster padi organik ini. Begitu juga dengan ketersediaan varietas berlabel  sehingga sumber benih di lokasi kawasan tersedia, karena BPTP Balitbangtan Kaltim memiliki sumber benih berlabel.