Kerjasama BPTP Kaltim dengan Petrokimia Gresik dalam meningkatkan produksi padi di Kota Bangun Kutai Kertanegara Cetak
Berita
Oleh Try Zulchi dan Muryani P   
Selasa, 29 Agustus 2017 10:05

Upaya peningkatan produksi padi di tingkat petani telah dilakukan oleh BPTP Kaltim. Kegiatan pendampingan produksi padi oleh BPTP kaltim, Dinas Pertanian Kab. Kutai Kartanegara dan Petrokimia dalam mengawal produksi padi sehingga para petani berusaha optimal dan bertanggung jawab dalam menghasilkan produksi padi yang maksimal di lapang. Bahkan hal ini didukung dengan teknologi yang dikembangkan oleh Petrokimia Gresik dengan produk pupuk hayati Petro Biofertil dan menggunakan varietas hibrida HIPA 18.

Hasil produksi padi yang dihitung berdasarkan luasan ubinan mencapai 3.838 kg/ubinan setara dengan 6.14 t/ha GKP (5.06 t/ha GKG). Pengukuran produksi padi secara ubinan dengan luasan 2.5 x 2.5 m mampu menggambarkan informasi potensi hasil produksi dalam luasan hektar (produktivitas). Meskipun demikian, hasil produksi varietas padi ini relatif lebih besar dibandingkan varietas yang biasa digunakan oleh petani. Panenan ubinan di lokasi tanaman padi dihadiri dan disaksikan oleh pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kertanegara, UPTD Pertanian Peternakan Kecamatan Tenggarong, Danramil Tenggarong, Manager Pengembangan Petrokimia Gresik, dan peneliti BPTP Kaltim. Panen ubinan padi ini telah dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2017.

Panen ubinan  dan Tampilan padi hibrida HIPA 18

Kerjasama yang dibangun oleh BPTP Kaltim dengan berbagai institusi negeri maupun swasta berjalan dengan harmonis. Sehingga upaya produksi padi dan kesejahteraan petani yang meningkat menjadi prioritas bagi semua kalangan penggiat swasembada pangan di daerah terutama propinsi Kalimantan Timur. Swasembada pangan akan terwujud bila seluruh pihak baik dari dinas, TNI, Swasta, masyarakat serta petani saling bersinergi.

Pengukuran luas ubinan 2.5 m x 2.5 m dan Perontokan padi secara manual oleh petani