Dukung Pembangunan Pertanian Kaltim, BALITBANGDA Lanjutkan Kerjasama dengan BPTP Cetak
Berita
Oleh Tarbiyatul M   
Kamis, 10 Maret 2016 06:22

Ketersediaan peta spasial yang menghimpun data dan informasi terkait dengan inventarisasi sumberdaya lahan dalam menunjang pembangunan pertanian di daerah yang bersifat operasional masih terbatas.

BadanPenelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengeluarkan Atlas Zona Agroekologi skala 1:250.000 (tingkat tinjau) untuk seluruh wilayah Indonesia yang disusun bertahap sejak tahun 1995 hingga 2010. Peta ZAE skala 1:250.000 memberikan informasi tentang zonasi pada masing-masing wilayah untuk pengembangan kehutanan, perkebunan, wanatani, pertanian tanaman lahan kering, lahan basah, dan lahan gambut yang bersifat umum dan belum bersifat operasional sehingga perlu pendetilan lagi.

Sejak tahun tahun 2013 hingga 2015, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur telah menyusun Peta Arahan Pengembangan Pertanian dan Peta Pewilayahan Komoditas Pertanian skala 1:50.000 (skala semi detil) di lima Kabupaten yaitu Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu (Kerjasama dengan Badan Pembangunan Perbatasan Daerah Prov. Kaltim) dan Kabupaten Penajam Paser Utara 2 Kecamatan (Kerjasama dengan Balitbangda Prov. Kaltim). Sedangkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau telah disusun oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). Pada tahun 2016 ini, Badan Litbang Pertanian mentargetkan semua Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan telah tersedia petanya.

Guna mencapai target tersebut, pada hari Senin tanggal 29 Februari 2016 telah dilaksanakan kesepakatan kerjasama penelitian antara Balitbangda Prov. Kaltim yang diwakili oleh Drs. Juraidi, MTP dengan Dr. Ir. M. Hidayanto, MP selaku Kepala BPTP Kaltim di Ruang Rapat BPTP Kaltim Jl. PM Noor Sempaja. Wilayah atau lokasi yang akan dipetakan yaitu 2 kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan 2 kota (Kota Samarinda dan Kota Balikpapan).

Diharapkan melalui kegiatan penyusunan peta arahan pengembangan pertanian dan peta pewilayahan komoditas pertanian ini akan bermanfaat bagi perencana, investor, petani dan pihak terkait dalam : 1) perencanaan dan pengelolaan sumberdaya lahan secara berkelanjutan , 2) pemilihan komoditas yang sesuai; 3) penetapan kawasan pengembangan komoditas pertanian unggulan, dan 4) pemilihan inovasi yang dibutuhkan.