Kementan Targetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat Cetak
Berita
Jumat, 04 September 2015 12:45

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) hingga tahun 2017. Selain meningkatkan produksi daging dan susu nasional, SPR juga untuk menyejahterakan peternak.

Jumlah SPR saat ini baru sekitar 10 buah yang tersebar di berbagai daerah. SPR tersebut, di antaranya ada di Bojonegoro dan Pulau Sapudi (Madura) sebanyak dua sentra. Kemudian di Banyuasin, Musi Banyuasin Sumatra, Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatra Selatan, Sumbawa dan Kalimantan Selatan masing-masing sebanyak satu sentra.

“Walau demikian, 10 sentra tersebut sudah beroperasi dengan baik. Berikutnya, pada tahun 2015 diharapkan ada pengembangan sebanyak 210 sentra,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Muladno Basar, di Bogor, Selasa (4/8).

SPR tidak berkembang karena peternak belum memperoleh keuntungan signifikan. Keuntungan terbesar hanya dirasakan belantik atau broker dalam tataniaga daging sapi. "SPR harus dikembangkan karena sangat rendahnya populasisapi potong dan sapi perah di Indonesia," katanya.

Muladno yakin pada tahun 2017 jumlah SPR akan meningkat menjadi 1.000 sentra dan bisa bertambah setidaknya mencapai 3.000 sentra. Investasi pendirian sentra, tidak memerlukan dana yang besar. Penyebabnya, sentra tersebut merupakan pengembangan yang sudah ada. "Tempat maupun hewan ternak sudah ada. Tapi apa yang mereka butuhkan itu akan kami siapkan dan dikelola secara bersama, " katanya.

Ia menyebutkan, pengembangan sentra itu berperan penting dalam mendongkrak kuantitas ternak. Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan pelatihan bagi para peternak. Anggaran yang disiapkan untuk pengembangan SPR itu mencapai Rp3 triliun. “Kami minta peternak terkait, salah satunya yang bergerak di bidang persusuan bisa menanggapinya," katanya.

 

Sumber : sainindonesia edisi agustus 2015