Perkuat Ketahanan Pangan dengan Diversifikasi Cetak
Berita
Oleh Margaretha   
Rabu, 26 Agustus 2015 15:57

kepala bptp kaltim (Dr. Ir. M. Hidayanto) dalam acara dialog interaktif di RRI SamarindaKetahanan  pangan tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik dalam jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, merata dan terjangkau merupakan hak semua manusia. Karena pangan merupakan kebutuhan dasar utama yang harus dipenuhi setiap saat. Akan tetapi kondisi alam yakni kemarau berkepanjangan (elnino) mengancam serta harga beras yang melambung tinggi membuat masyarakat menjadi khawatir akan terjadinya kerawanan pangan. Oleh sebab itu Kepala BPTP Kaltim (Dr. Ir. M. Hidayanto) diundang untuk menjadi narsumber dalam acara dialog interaktif di RRI Kaltim (24/08/2015) untuk memberi penjelasan terkait kondisi pangan yang terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Sebagai institusi pusat dari Kementerian Pertanian yang ada di daerah, BPTP Kaltim  melakukan kegiatan penelitian dan pengkajian serta penadampingan upsus peningkatan produktivitas PAJALE”, demikian disampaikan hidayanto dalam acara tersebut. Lebih lanjut disampaikan bahwa musim kering yang terjadi saat ini tidak terlalu mempengaruhi produksi pangan khususnya padi. Hal ini terlihat bahwa sebagian besar daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang panen padi.  Pada tanggal 12 Agustus 2015 yang lalu, Menteri Pertanian juga turut melakukan panen bersama di Kampung Buyung – Buyung Kac. Talabar, Kab Berau pada kawasan sekitar 500 Ha. Begitu juga Bulog Kaltim turut menegaskan bahwa kebutuhan pangan untuk wilayah Kaltim akan aman hingga 7 bulan mendatang.

Kalimantan Timur memang belum termasuk daerah pemasok beras nasional namun memiliki potensi besar sebagai penghasil beras di waktu yang akan datang . Tidak hanya lahan sawah, Kaltim juga mempunyai lahan kering dan lahan rawa cukup luas. BPTP akan mendampingi para petani untuk dapat menggunakan inovasi teknologi dalam menggarap lahan pertanian sehingga kedepan tidak hanya mengharapkan beras dari luar daerah (jawa dan sulawesi).

Beras memang komoditas pangan yang paling pokok bagi sebagian masyarakat Indonesia, bahkan beras menjadi “food habit” sehingga masyarakat beranggapan bahwa belum dikatakan makan kalau belum makan nasi.Kepala BPTP Kaltim mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan yaitu dengan mengkonsumsi pangan alternatif sehingga tidak terfokus hanya pada nasi. Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang sebenarnya bisa difungsikan sebagai makanan pokok seperti singkong, ubi, jagung, talas, sag, dll. “Dengan membangun kesadaran masyarakat mendukung program diversifikasi pangan maka kebutuhan akan beras akan berkurang sehingga kerawanan pangan akan beras tidak perlu dikhawatirkan lagi “ ujar hidayanto dalam penutupan siaran.