Penyakit rabies juga dapat menyerang ternak sapi Cetak
Berita
Oleh Sionita   
Selasa, 30 Juni 2015 09:14

Penyakit rabies disebabkan oleh virus dan merupakan penyakit yang sering terjadi pada anjing, kucing dan kera. Virus rabies sangat berbahaya dan dapat menular ke manusia atau disebut dengan zoonosis. Anjing atau kucing yang terkena rabies biasanya disebabkan oleh tidak dilakukannya vaksinasi rabies. Rabies dapat menular ke manusia melalui gigitan hewan yang tertular rabies. Ciri-ciri anjing/kucing yang terkena rabies yaitu takut cahaya, takut angin, takut keramaian, berliur berlebihan, dan berubah perilaku menjadi ganas (Ressang, 1998). Apabila terlihat perubahan tingkah laku seperti itu sebaiknya segera laporkanlah kepada Dinas Peternakan setempat. Jika sudah terkena gigitan hewan yang terduga rabies dengan ciri-ciri seperti di atas, segera bersihkan luka bekas gigitan di bawah air mengalir selama 15 menit dengan sabun sambil digosok. Setelah itu segera melapor ke Dinas Kesehatan/Rumah Sakit Umum setempat agar segera mendapatkan vaksinasi rabies (Kementerian Kesehatan, 2010). Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian setelah gejala-gejala terlihat, baik pada hewan maupun manusia.

Kalimantan Timur merupakan daerah yang tidak bebas rabies. Di padang gembala, beberapa peternak memelihara anjing untuk membantu menjaga ternak sapinya. Anjing yang dipelihara berdampingan dengan sapi ini tentu saja juga harus bebas rabies. Vaksinasi rabies yang teratur dapat membantu mencegah terjadinya penyakit berbahaya ini. Bila seekor anjing terkena rabies dan menggigit ternak sapi yang berada di sekitarnya, ternak sapi tersebut dapat terinfeksi virus rabies juga dan dapat menyebabkan kematian sehingga merugikan para peternak. Gejala yang muncul pada ternak sapi mirip seperti yang muncul pada anjing, yaitu takut cahaya, takut angin, takut keramaian, berliur berlebihan, sampai berubah perilaku menjadi agresif seperti sapi gila. Gejala yang muncul pada ternak sapi terduga rabies mirip seperti yang muncul pada anjing, selain itu terdapat pula gejala lain seperti melenguh, nafsu makan menurun, lepas atau memutuskan tali ikatan, jatuh atau roboh, merejan, gigi gemeretak, malas, mata memerah, lari atau kabur, berputar-putar, memakan benda-benda di sekitarnya, paralisis penis, dan kencing atau berak sambil berlari (Faizah, et al 2012). Bila terdapat gejala seperti ini segeralah laporkan pada Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sapi yang terkena rabies sudah tidak layak untuk dikonsumsi dagingnya, yang pada akhirnya berujung kerugian yang besar bagi peternak.

 

Dengan demikian, marilah kita bersama menjaga kesehatan ternak dan diri kita dengan terlebih dahulu menjaga kesehatan anjing peliharaan kita. Ternak sehat, Peternak sejahtera…!!!

 

Sumber : dari berbagai sumber