Identifikasi komoditas unggulan dan kebutuhan teknologi spesifik lokasi melalui FGD Cetak
Oleh Margaretha   
Jumat, 14 November 2014 06:43

Kepala Dinas Tan. Pangan Prov. Kaltim (H. Ibrahim) menyampaikann paparanya dalam FGD Identifikasi Komoditas Unggulan dan kbutuhan tek. spesifik lokasi di BPTP Kaltim didampingi Ka. BPTP Kaltim (M. Hidayanto)SAMARINDA -- Untuk memperoleh informasi terkini terkait Identifikasi Komoditas Unggulan dan Kebutuhan Teknologi Spesifik Lokasi BPTP Kalimantan Timur mengadakan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Ruang Pertemuan BPTP Kaltim, Kamis (13/11/2014). Acara dibuka oleh kepala BPTP Kaltim Dr. Ir. M. Hidayanto MP dan dilanjutkan paparan dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov. Kaltim (H.Ibrahim). Peserta FGD terdiri dari Dinas Perkebunan Prov. Kaltim (Sukardi), Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Kutai Kartanegara (Hamdi) serta diikuti oleh para peneliti dan penyuluh BPTP Kaltim.

Tujuan diskusi ini adalah untuk mengidentifikasi komoditas, daerah sentral serta permasalahan dan potensi yang ada dalam memenuhi kebutuhan teknologi spesifik lokasi yang dibutuhkan saat ini dan kedepan seperti yang diutarakan oleh Kepala BPTP Kaltim.

Dari pertemuan ini diperoleh informasi komoditas – komoditas unggulan di Kalimatan Timur adalah 1. Tanaman Pangan (Padi, Jangung, Kedelai dan Singkong), 2. Hortikultura (Pepaya Mini Balikpapan, Jeruk Borneo Prima, Buah Naga, Pisang dan Lai), 3. Sayuran (Cabe dan Bawang Merah). BPTP Kaltim akan mengakurasi data ini kembali dengan kondisi dilapangan sehingga tingkat akurasi dari data yang diperoleh semakin tinggi.

Dalam paparannya, Ibrahim menjelaskan bahwa untuk mengatasi tantangan pasar di masa yang akan datang perlu adanya mekanisasi dan teknologi dalam meningkatkan produksi, produktifitas dan kualitas dari hasil pertanian. Pertanian menggunakan tenaga manual sudah tidak dapat lagi digunakan karena keterbatasan sumber daya manusia dan hasil, sebagai contoh penggilingan padi dan pipil jagung dengan menggunakan alat/mesin maka akan lebih menghemat tenaga dan biaya pengeluaran.

Diharapkan BPTP Kaltim dan  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Prov. Kaltim terjalin sinergi yang erat dalam memperkuat basis data, sehingga informasi yang diperoleh semakin baik dalam peningkatan pertanian di Kalimantan Timur.