Temu Lapang Peningkatan Produktivitas Jagung Cetak
Berita
Oleh Margaretha   
Senin, 16 Desember 2013 08:42

Peningkatan produktivitas tanaman jagung dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam. Inovasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan pola tanam jajar rapat 20 x 20 cm dibedeng dan jarak tanam antar bedengan 80 cm. Dengan menggunakan inovasi tersebut akan didapati populasi lebih banyak dibandingkan cara biasa.

Peningkatan produktivitas jagung selain dengan peningkatan populasi tanam melalui pengaturan jarak tanam juga dilakukan dengan pemupukan serta pengendalian yang ramah lingkungan. Pupuk yang digunakan adalah NPK Pelangi (sudah ISO 14001 sehingga ramah lingkungan) ditambah dengan pupuk hayati dan pupuk kandang. Sedangkan untuk pestisida yang digunakan juga sudah bersandar WHO dan FAO.

Pola tanam ini selain efisein dalam penggunaan HOK (hari orang kerja) juga hemat dalam penggunaan pupuk, karena pemupukan hanya dilakukan 1 kali lokasi diantara tanaman di barisan (tengah – tengah).

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman jagung optimal dengan hasil tongkol yang relatif besar dengan panjang tongkol rata – rata 21 cm, jumlah baris pertongkol 14 – 16 dan berat pipil kering 180 gr/tongkol.

Pengembangan jagung dengan pengaturan jarak tanam dan penggunaan pupuk yang efisien ramah lingkungan tidak hanya dapat meningkatkan hasil produktivitas jagung tetapi juga meningkatan pendapatan petani serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Hal tersebut diatas disampaikan oleh Dr. M. Hidayanto (Ka. BPTP Kaltim ) dan Ir. M. Chary S (pelaksana Kegiatan Peningkatan Produktivitas Jagung) kepada para petani anggota Kelompok Tani Mandiri Bersama pada acara  temu lapang  di Ds. Embalut, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara Kamis, 12 Desember 2013.

dok :