Kurangi Biaya Pupuk Dengan Kompos Cetak
Berita
Oleh Bagus   
Jumat, 08 November 2013 09:58

Marangkayu – Para petani di Desa Semangko, Kec. Marangkayu berkomitmen untuk tidak membakar jerami padi sisa panen yang selama ini menjadi kebiasaan di kalangan petani. Hal tersebut menjadi bagian dari acara pelatihan pembuatan kompos dari limbah panen padi yang dilaksanakan BPTP Kaltim bersama dengan para petani di Desa Semangko, Kec. Marangkayu, Kab. Kutai Kartanegara tanggal 7 Nopember 2013.

Pelatihan pembuatan kompos tersebut dipandu oleh Ir. Nurbani selaku penanggung jawab kegiatan SL-PTT Padi dan didampingi oleh Muryani P, sebagai koordinator wilayah SL-PTT Kab. Kutai Kartanegara dan diikuti dengan antusias oleh para petani yang hadir. “mari kita perbaiki struktur tanah dengan kompos” demikian disampaikan Nurbani mengawali acara. Beliau memaparkan bahwa tanah yang ada sekarang sebagian besar besar dalam kondisi yang tidak bagus, maka dari itu penggunaan kompos sangat disarankan untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas tanah sehingga pada akhirnya akan berujung pada peningkatan kualitas maupun kuantitas hasil.

Selain tanpa efek samping yang negatif bagi tanah, penggunaan kompos juga akan mengurangi biaya pembelian pupuk yang selama ini juga mengalami kesulitan karena kelangkaan pupuk dilokasi.

Pelatihan pembuatan kompos dari jerami padi di desa Semangko, Marangkayu, Kutai Kartanegara

Pelatihan pembuatan kompos dari jerami padi di desa Semangko, Marangkayu, Kutai Kartanegara