Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Kakao di Pulau Sebatik Cetak
Oleh admin   
Selasa, 01 Oktober 2013 14:26

Dalam rangka pendampingan Gerakan Peningkatan Produktivitas dan Mutu Kakao (gernas Kakao), BPTP Kalimantan Timur telah melaksanakan kegiatan pendampingan lapangan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan sejak tahun 2011. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa limbah kakao di Pulau Sebatik cukup besar dan potensial untuk dikembangkan sebagai pupuk organi. Luas lahan untuk budidaya kakao sekitar 6.000 ha, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1,6 ton per hektar. Dengan potensi limbah yang besar tersebut, maka pelu dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik dari biomassa kakao, agar petani dapat memanfaatkan potensi local sebagai sumber pupuk untuk tanaman yang diusahakan.


Diharapkan dengan mekin berkembangnya pembuatan pupuk organik dari limbah kakao tersebut, akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan juga akan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah kakao dilaksanakan 24 September 2012, dihadiri oleh Camat Sebatik Timur, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Nunukan, Kepala BPTP Kaltim (Dr. Ir. M. Hidayanto) beserta para peneliti dan penyuluh, Kepala Desa, para petugas lapangan, gapoktan/kelompok dan para petani di Pulau Sebatik.

Para peserta sangat respon untuk membuat pupuk organik dari limbah kakao tersebut dan akan segera mempraktekka. Pada kegiatan tersebut, kepala BPTP Kaltim menyampaikaan bahwa penggunaan pupuk organik (dari sisa atau limbah tanaman dan limbah ternak) sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah, karena sebagian besar tanah pertanian di Indonesia sakit atau miskin akan unsur hara. Sukses buat petani Sebatik, semoga pupuk organik di kawasan tersebut dapat berkembang dalam rangka peningkatan penggunaan pupuk organik untuk tanaman pangan, sayuran dan perkebunan.***