Benih Unggul untuk sukseskan Revolusi Jagung. Cetak
Oleh tim redaksi   
Sabtu, 09 Januari 2021 19:46

 

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim dan tim melaksanakan panen benih jagung unggul varietas Jh37 di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Bangun Rejo, Kab.Kukar (09/01).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kab.Kukar beserta jajarannya, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan & Hortikultura Prov.Kaltim beserta tim, Kepala Dinas Pertanian Kab.Kukar beserta tim, Camat Tenggarong Seberang, Kepala Desa Bangun Rejo, Akademisi, Pihak Swasta, Kelompok Tani dan Petani Milenial, Karangtaruna yang ada di sekitar Bangun Rejo.

Benih jagung yang dipanen kali ini merupakan hasil perbenihan jagung hibrida JH 37 yg dikelola BPTP Balitbangtan Kaltim di lahan TTP Bangun Rejo yang nantinya akan dijadikan benih sumber untuk mendukung kegiatan revolusi jagung di Kukar. Harapannya jagung hibrida ini dapat  didiseminasikan untuk dibudidayakan di wilayah lainnya, terutama wilayah di sekitar TTP. Hal ini merupakan upaya bentuk komitmen dari BPTP Kaltim untuk turut mendukung gerakan revolusi jagung di Kab.Kukar.

Kepala BPTP (Dr.Fausiah T.Ladja SP., M.Si) dalam sambutannya menyatakan bahwa BPTP akan tetap mendukung gerakan pembangunan sektor pertanian dan aktivitas di TTP "Kita tidak menjanjikan akan memberikan materi, tapi Kita pastikan akan selalu mendampingi pembangunan pertanian dengan berbagi ilmu dan informasi inovasi teknologi pertanian yang telah dihasilkan oleh Kementerian Pertanian".

Dan salah satunya adalah dengan mendukung ketersediaan benih unggul bagi petani. Jagung Jh37 itu sendiri merupakan jagung varietas unggul yang di hasilkan oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Serealia (Balit Serealia).

Dilansir dari laman resmi Balitbangtan, Jh37 merupakan komoditas Jagung Hibrida yang berumur sedang (99 hst), dengan potensi hasilnya 12,5 ton per hektar. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit buai jenis Peronosclerospora maydis. Dan sangat tahan terhadap Peronosclerospora philippinensis, serta tahan terhadap penyakit karat daun Puccinia sorghi dan hawar daun dataran rendah (Helminthosporium maydis). Jagung jenis ini juga tahan terhadap rebah akar dan batang, serta agak toleran kekeringan dan nitrogen rendah serta dapat beradaptasi luas di dataran rendah. Hal ini cocok dengan topografi Kalimantan Timur yang memang dominan memiliki dataran rendah sebagai lahan budidaya.

Bupati Kab.Kukar (Drs. Edi Damansyah M.Si) dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa dalam membangun sektor pertanian di Kab.Kukar, pihaknya membutuhkan kerjasama dengan berbagai stakeholder salah satunya BPTP Balitbangtan Kaltim.

Dan menangapi hal itu Ka.BPTP menyampai, bahwa tim BPTP akan selalu membangun hubungan harmonis dengan para stakeholder agar tujuan pembangunan pertanian dapat dengan mudah dicapai.