Tantangan Pertanian di Kutai Timur Cetak
Berita
Oleh Ekayujaya   
Senin, 18 Maret 2019 16:53

Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merupakan salah satu kabupaten yang konsisten dalam membangun sektor pertanian di wilayah Kalimantan Timur. Konsistensi tersebut tertulis dalam agenda utama Dinas Pertanian Kab. Kutim yang berkomitmen menjaga kedaulatan pangan dengan menjamin ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal.

Akan tetapi konsistensi tersebut mendapatkan cukup banyak tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satu tantangan tersebut yaitu beralihnya fungsi lahan pertanian menjadi lahan yang diperuntukkan bagi sektor non pertanian.

Hal itu disampaikan pihak Dinas Pertanian Kab. Kutim kepada tim BPTP Balitbangtan Kaltim saat melakukan kunjungan koordinasi terkait kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) di Kab. Kutim.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kab. Kutim berharap BPTP dapat membantu pendampingan kegiatan pertanian melalui penerapan teknologi terbaru dan VUB, melalui pendampingan tersebut di harapkan petani di Kab. Kutim dapat melihat bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang cukup menjanjikan. Jika petani sudah memiliki pandangan yang baik, maka kemungkinan alih fungsi lahan pertanian akan bisa ditekan bahkan diminimalisir.

Pada dasarnya, tidak ada yang salah dalam alih fungsi lahan, yang salah adalah saat alih fungsi lahan tersebut menyasar lahan produktif, dan hal inilah yang menjadi perhatian lebih BPTP saat akan merencanakan langkah kegiatan pendampingan di Kab.Kutim.

Untuk itu, terkait persoalan pertanian yang ada di Kab.Kutim, tim BPTP Balitbangtan Kaltim akan mulai merancang strategi untuk turut "menyelamatkan" lahan pertanian di Kab Kutim.

Semangat untuk membangun sektor pertanian ini juga di tunjukkan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim (Dr. Muh.Amin) yang selalu menyatakan bahwa BPTP akan selalu siap memberikan pendampingan inovasi teknologi yang bisa memajukan pertanian di wilayah Kalimantan Timur.