Di Era Industri 4.0, BPTP Harus Sprint Cetak
Berita
Oleh Dhyani Nastiti P   
Minggu, 17 Maret 2019 15:45

BPTP Balitbangtan Kaltim mengikuti Rapat Kerja BBP2TP di Tanjung Pinang Kepulauan Riau dari tanggal 13 – 16 Maret 2019 dengan tema Konsolidasi Sumberdaya Pengkajian Untuk Akselerasi Pencapaian Sasaran Kegiatan Strategis Badan Litbang Pertanian Tahun 2019. Raker dibuka oleh Kepala Balitbangtan. Peserta raker berasal dari 33 BPTP seluruh Indonesia, terdiri dari kepala BPTP, KSPP, koordinator Program, Peneliti dan Penyuluh senior.  Narasumber yang hadir dari Kapuslitbanghorti, Kapuslitbangtan, Kapuslitbangnak, Ka BB Biogen, BB Pasca Panen, Kepala Biro Perencanaan Kemtan, Kapus PVT Kemtan dan para pakar lainnya.

Rapat kerja ini dihadiri juga oleh Bupati Kepala Daerah Bintan Prov. Kepri, Kepahiyang, Rejang Lebong Prov. Bengkulu, dan Pelalawan Prov. Riau dalam rangka penandatangan Kesepakatan Bersama tentang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Pertanian.

Beberapa butir penting hasil raker sebagai berikut, yaitu : sejalan dengan tuntutan pembangunan pertanian di era industri 4.0, BPTP Balitbangtan dituntut tidak hanya 'lari'  namun harus 'sprint' dalam pembangunan pertanian, harus siap bertransformasi menjadi lembaga pengkajian dan diseminasi inovasi pertanian melalui optimalisasi pemanfaatan dan peningkatan sumberdaya serta hilirisasi inovasi pertanian secara masif.  Hal ini membutuhkan dukungan pengembangan SDM, akselerasi pelayanan pengkajian, struktur anggaran yang berbasis output, pengelolaan sumberdaya pengkajian melalui optimalisasi kebun percobaan dan laboratorium diseminasi serta fasilitas pengkajian lainnya; dan peneliti dan penyuluh yang handal di era milenial  harus menunjukkan kinerja yang berbasis outcome sesuai dengan tuntutan aturan yang berlaku, membangun kerjasama dan dinamis menghadapi perubahan. Untuk mencapai outcome, kerjasama dan kolaborasi peneliti, pengkaji dan penyuluh harus dilakukan.