Anjurkan Terapkan Jarwo, BPTP Kaltim adakan Pelatihan Penggunaan Transplanter. Cetak
Oleh Dhyani N   
Selasa, 18 September 2018 07:12

Mahulu.  Dalam Kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi Pertanian di Kawasan Perbatasan Kalimantan Timur pada hari Jum’at 14 September 2018 dilakukan pelatihan penggunaan transplanter dan monitoring kawasan lahan optimasi sawah 100 ha yang dilakukan di Kabupaten Mahulu.

Pelatihan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan semangat petani dalam penerapan pola tanam jajar legowo 2:1 dalam budidaya padi di Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga semakin meningkatkan produktivitas terhadap hasil panen.

Pelatihan dilakukan di Kelompok Tani Ngayat Bareng Kampung Datah Bilang Kecaamatan Long Hubung.  Hasil pelatihan perlu perbaikan dalam pembenihan untuk transplanter dan perbaikan lahan, sementara untuk tanaman yang ada terjadi keracunan senyawa pirit (Fe2S).

Gejala yang terlihat pada tanaman padi yang keracunan Fe adalah terjadi bercak-bercak kecil coklat pada daun bagian bawah mulai dari ujung, atau seluruh daun berwarna kuning kemerahan hingga coklat.

Disamping itu terjadi lapisan hitam pada permukaan akar. Kandungan Fe dalam tanaman yang keracunan pada umumnya tidak terlalu tinggi, namun bergantung pada umur tanaman dan status hara secara umum. Pada tanah dengan status kesuburan yang rendah dan pasokan hara tidak cukup berimbang, maka ambang kritis akan lebih rendah.