Pengelolaan Lahan Bekas Tambang Batubara untuk Pertanian Cetak
Oleh M. Hidayanto dan M. Chary Septyadi   
Senin, 04 Agustus 2014 15:44

Lahan bekas penambangan batubara merupakan lahan marginal yang miskin akan unsur hara, dan hingga saat ini belum banyak dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian. Di Kalimantan Timur potensi lahan bekas penambangan batubara ini cukup luas, dan dapat digunakan untuk pertanian dengan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi. Pengkajian di laksankaan di Desa Embalut Kabupaten Kutai Kartanegara, yang dilaksanakan mulai tahun 2012 dan akan berakhir tahun 2014. Lokasi ini adalah di eks Kawasan Tambang batubara PT Kitadin. Model yang dibangun adalah dengan sistem integrasi tanaman-ternak, dan anaman yang dibudidayakan antara lain pisang, padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, nenas, singkong.

Model yang dilakukan adalah melalui konsep yang disebut Integrated Crops land Management (ICLM), lahan dan tanaman dikelola untuk dapat tumbuh dan berproduksi sesuai yang diharapkan. Selain pupuk kandang dan pupuk kimia, juga digunakan pupuk hayati serta penggunaan insektisida ramah lingkungan. Pada awal tahun (tahun I) kegiatan ini dilaksanakan, ternyata m,membuktikan bahwa pada lahan bekas penambangan batubara (lokasi terpilih) dapat digunakan untuk budidaya tanaman pangan dan hasilnya relatif cukup baik. Demikian juga pada tahun ke II kegiatan ini dilaksanakan, hasilnya juga cukup baik untuk semua komoditas yang dikembangkan.

selengkapnya (pdf)