Aplikasi Rancangan Acak Lengkap 1 Faktor Cetak
Oleh Afrilia   
Jumat, 07 Juli 2017 06:44

Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan yang paling sederhana dibanding rancangan lainnya. Penggunaan RAL di berbagai bidang penelitian telah banyak dilaporkan. RAL digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen. Percobaan ini umumnya dilakukan di laboratorium atau rumah kaca dengan melibatkan sedikit unit percobaan. Kelebihan penggunaan metode RAL diantaranya adalah :


  • Pembuatan layout percobaan lebih mudah dilakukan
  • Analisis sidik ragam relatif lebih sederhana
  • Fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan dan jumlah ulangan

Adapun contoh percobaan yang menggunakan RAL 1 faktor adalah:

  • Analisis pertumbuhan jagung manis pada percobaan pot di rumah kaca
  • Pengaruh konsentrasi nira terhadap kandungan etanol jagung di laboratorium
  • Analisis daya hasil varietas unggul padi terhadap varietas lokal
  • Pengaruh penambahan pupuk kandang terhadap hasil jagung

Peletakan tiap perlakuan perlu dilakukan secara acak pada seluruh tempat percobaan. Pada rancangan ini, pengelompokan tidak diperlukan.

CONTOH KASUS: Analisis Pengaruh Pupuk Urea Terhadap Hasil Jagung Menggunakan RAL 1 Faktor

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk urea terhadap hasil jagung komposit. Percobaan dilakukan dengan menggunakan pot di rumah kaca. Percobaan terdiri atas 6 dosis pupuk dengan 5 ulangan.

Penyelesaian

Jumlah perlakuan = 6 dengan 5 ulangan sehingga diperlukan 30 petakan/pot. Setelah diadakan pengacakan diperoleh hasil sebagai berikut:

1

D

2

C

3

E

4

A

5

F

6

C


7

E

8

A

9

E

10

B

11

A

12

D


13

D

14

B

15

F

16

E

17

B

18

D


19

C

20

E

21

B

22

A

23

C

24

F


25

A

26

F

27

C

28

F

29

D

30

B

 

Perlakuan: A= dosis 0 Kg/ha;  B = 50 Kg/ha; C = 100 kg/ha; D = 200 Kg/ha; E = 250 Kg/ha

Data pengamatan hasil jagung yang diperoleh adalah:

Dosis pupuk (kg/ha)

Hasil jagung (ku/ha)

Ulangan I

Ulangan II

Ulangan III

Ulangan IV

Ulangan V

0

31,3

33,4

29,2

32,2

33,9

50

38,8

37,5

37,4

35,8

38,4

100

40,9

39,2

39,5

38,6

39,8

150

40,9

41,7

39,4

40,1

40,0

200

39,7

40,6

39,2

38,7

41,9

250

40,6

41,0

41,5

41,1

39,8


Penyelesaian

Model yang akan digunakan untuk analisis sidik ragam adalah one way anova dengan post test uji Duncan.

Tahapan analisisnya adalah :

[selengkapnya]

25

A

26

F

27

C

28

F

29

D

30

B