Pengembangan Jagung di Lokasi Prima Tani Kutim Cetak
Oleh bptp kaltim   
Kamis, 01 Desember 2011 14:47
Pengembangan jagung ini merupakan salah satu introduksi teknologi di lokasi Prima Tani Kutai Timur. Permasalahan yang dihadapi adalah produksi tanaman pangan yang masih rendah karena belum ada teknologi budidaya yang spesifik lokasi. Oleh sebab itu dilakukan introduksi teknologi seperti tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Introduksi teknologi penanaman jagung

No Uraian Teknologi
1. Benih Hibrida
2. Pengolahan lahan Sebagian besar mekanisasi
3. Penanaman Tugal dengan jarak tanam 75 x 25
(1 tanaman, 1 lobang)
4. Pemupukan Penentuan pupuk P & K menggunakan PUTK, urea 300 kg/Ha, SP 36 200 kg/Ha, KCl 75 kg/Ha

Pengembangan komoditas jagung di lokasi Prima Tani ini mampu meningkatkan perluasan areal tanam sebesar 221% dari 1 Ha (tahun 2006) menjadi 221 Ha (Tahun 2008). 
Tabel 2. Analisis Finansial usaha jagung pipilan kering

No Uraian 2006 2007 Awal 2008
1. Benih 55,000 480,000 552,000
2. Pupuk 305,000 350,750
3. Pestisida 101,000 844,000 970,600
4. Tenaga Kerja 2,578,500 2,949,000 3,538,800
Total Biaya 2,734,500 4,578,000 5,412,150
Produksi (kg/GKP)
Produksi (kg/GKG) 1,400 4,500 5,000
Harga (Rp/kg GKG) 600 1750 1,900
Penerimaan 840,000 7,875,000 9,500,000
Pendapatan (1,894,500) 3,297,000 4,087,850
RC 0.31 1.72 1.76
1. Bibit 2.01 10.48 10.20
2. Pupuk 0.00 6.66 6.48
3. Pestisida 3.69 18.44 17.93
4. Tenaga Kerja 94.30 64.42 65.39
Total Biaya 100 100 100

Tabel 2. Menunjukkan bahwa dengan adanya introduksi teknologi budidaya jagung yang tepat akan meningkatkan pendapatan petani 4 kali lipat . 


Gambar 1. Panen jagung pipilan kering di lokasi Prima Tani-Kutai Timur