Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
Katam
wbs
Suplemen Sinta
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini242
mod_vvisit_counterKemarin774
mod_vvisit_counterMinggu ini4766
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir7397
mod_vvisit_counterBulan ini18088
mod_vvisit_counterBulan Terakhir28118
mod_vvisit_counterSemua hari1085643

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 3.85.245.126
,
Hari ini: 18 Okt, 2019
Info Teknologi
Obat Tradisonal Atasi Jembrana PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi B   
Rabu, 02 Maret 2011 08:06

Penyakit jembrana akhir-akhir ini semakin mewabah di daerah Kalimantan Timur. Penyakit yang diakibatkan oleh virus ini membawa dampak kematian yang dahsyat bagi sapi bali. Terhitung ratusan ekor sapi bali telah menjadi korban. Ciri-ciri sapi yang terkena penyakit jembrana (biasanya yang diserang adalah sapi bali atau keturunannya) adalah suhu tubuh sapi dapat mencapai 40o C, ingus encer yang lama-lama menjadi kental, mencret berdarah, keringat darah dan jika sapi bunting dapat mengalami keguguran.
Pengobatan penyakit jembrana tidak mudah, tetapi petani Samboja tepatnya di Desa Beringin Agung Kabupaten Kutai Kartanegara menemukan obat tradisional yang cukup handal untuk mengatasi penyakit jembrana ini. Terbukti sapi yang mereka miliki berhasil diobati dengan obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan. Bahan pembuatan obat penyakit jembrana sebagai berikut : gula merah lebih kurang 100 gr, kunyit 2 ruas jari (diambil sarinya), asam jawa sebanyak kunyit. Cara pembuatan : semua bahan-bahan tersebut dicampur jadi satu dengan air bersih (kalau bisa air matang) sebanyak lebih kurang 600 ml. Diberikan 2 kali sehari dengan cara dicekokkan. Syarat lain yang harus dipenuhi agar sapi jembrana yang terserang, terbebas dari penyakit jembrana ini adalah sapi dipaksa makan. Usahakan sapi makan pakan yang bisa dikonsumsinya, misalnya sapi yang tidak mau makan rumput bisa diberi pisang atau yang lebih ekstrim lagi, dapat diberikan bubur nasi. Biasanya sapi sudah terlihat sehat setelah makan obat, 1 sampai 2 hari. Pemakaian obat tradisional tersebut dapat diteruskan setiap hari sampai sapi benar-benar normal. Syarat lain sapi tidak boleh digembalakan, supaya perawatannya mudah. Satu hal penting lainnya, perhatian peternak sangat dibutuhkan oleh sapi peliharaannya, istilah umumnya harus ada ikatan batin antara peternak dan ternaknya. Terbukti ternak yang mendapat perhatian ekstra mempunyai tingkat kesembuhan yang cukup tinggi dibanding ternak yang kurang mendapat perhatian. Semoga kearifan lokal ini membawa manfaat bagi masyarakat yang tengah resah karena wabah penyakit jembrana. (NRB)

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com