Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Suplemen Sinta
pustaka
wbs
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini782
mod_vvisit_counterKemarin970
mod_vvisit_counterMinggu ini4251
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini17042
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1056479

Online (20 menit yang lalu): 24
IP Anda: 35.173.47.43
,
Hari ini: 19 Sep, 2019
Info Teknologi
Pengaruh jenis leguminosa merambat terhadap produksi rumput Brachiaria humidicola pada lahan basah di Kalimantan Timur PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi Bariroh   
Senin, 15 Oktober 2012 06:59

Pengaruh jenis leguminosa merambat (Centrosema pubescens dan Macroptilium atropurpureum) terhadap produksi rumput Brachiaria humidicola pada lahan basah di Kalimantan Timur

Peningkatan produksi pertanian pada umumnya dapat dilaksanakan melalui perluasan areal. Perluasan areal di bidang peternakan diantaranya dilakukan melalui perluasan areal kebun hijauan pakan ternak dengan maksud menambah luas kawasan peternakan atau sentra produksi ternak dengan memanfaatkan tanah kosong. Komposisi hijauan yang terbaik untuk pengembangan ternak sangat diperlukan untuk menghasilkan produksi yang tinggi.

Hasil kajian yang dilakukan BPTP Kaltim pada tahun 2009 menunjukkan bahwa komposisi hijauan yang baik pada lahan padang penggembalaan adalah Brachiaria humidicola sp dan Centrosema pubescens dengan perbandingan 1:1. Pengkajian yang telah dilaksanakan adalah membandingkan dua perlakuan (Uji T) dengan 12 ulangan. Petak-petak percobaan berukuran 10 m2. Pengamatan dilakukan selama 2 kali masa panen. Perlakuan 1 (P1) = Rumput Brachiaria humidicola + Macroptilium atropurpureum dengan  perbandingan 1 : 1. Perlakuan 2 (P2) = Rumput Brachiaria humidicola + Centrosema pubescens dengan perbandingan 1 : 1. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu 702 g/5 m2 dibanding P1 yaitu 566,7 g/5 m2. Produksi yang tinggi pada kombinasi Brachiaria humidicola dan Centrosema pubescens disebabkan Centrosema pubescens memproduksi bintil akar sehingga mampu mengikat N dari udara, sedangkan Macroptilium atropurpureum belum memproduksi bintil akar selama penelitian berlangsung.

Pada penggembalaan yang luas teknik penanaman antara rumput dan leguminosa adalah  tidak ditanam berselang seling, karena pertumbuhan rumput akan kalah dibanding pertumbuhan leguminosa merambat. Sebagai contoh  dalam 1 ha sebaiknya ditanam rumput Brachiaria sp seluas 25 m x 100 m dan  Centrosema pubescens juga ditanam seluas 25 m x 100 m, demikian seterusnya. Jarak tanam yang baik adalah 40 x 40 cm.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com