Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Portal PPID
Suplemen Sinta
wbs
pustaka
upg
Katam

Media Sosial

Agenda Januari 2021

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini271
mod_vvisit_counterKemarin1337
mod_vvisit_counterMinggu ini3869
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir9218
mod_vvisit_counterBulan ini34731
mod_vvisit_counterBulan Terakhir40397
mod_vvisit_counterSemua hari1615496

Online (20 menit yang lalu): 23
IP Anda: 18.234.247.75
,
Hari ini: 26 Jan, 2021
Info Teknologi
Teknik pengawetan pakan Sederhana PDF Cetak E-mail
Oleh Sionita GG dan Nur Rizqi B   
Senin, 25 Januari 2021 09:46

Pengawetan pakan ternak merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar pakan dapat disimpan dalam waktu yang lama sehingga pakan ternak tetap bisa terpenuhi meskipun musim penceklik melanda. Bahan pakan yang diawetkan biasanya berupa hijauan, baik hijauan segar seperti tebon jagung maupun hijauan kering seperti jerami padi. Pengawetan pakan dapat dilakukan dengan berbagai metode, tergantung tujuan dari pengawetan pakan tersebut. Apakah akan digunakan sebagai pakan basah atau pakan kering.

Beberapa metode pengawetan pakan diantaranya  Silase, Fermentasi, Amoniasi, Hidrolisa Basa, maupun Hay. Yang populer dan lebih dikenal yaitu silase, metode ini sangat bermanfaat untuk mengawetkan kelebihan pakan saat musim penghujan sehingga pada musim kemarau diharapkan ternak tidak kekurangan pakan.


Teknik pengawetan pakan yang digunakan merupakan cara paling sederhana yang diharapkan bisa diadopsi baik oleh peternak. Adapun tahapan lengkapnya adalah sebagai berikut :

  1. Sediakan bahan silase    seperti rumput atau limbah pertanian seperti tebon jagung, jerami padi yang berkualitas bagus
  2. Jemur bahan silase sekitar 8 jam jika cuaca sangat panas atau jemur bahan silase seharian jika cuaca tidak begitu panas.
  3. Jemur bahan silase hingga mencapai bahan kering minimal 30%.
  4. Untuk mengetahui bahwa bahan silase telah mencapai kadar 30% bahan kering, dapat dilakukan dengan cara meremas bahan silase dengan tangan. Jika tangan kita lembab (tidak ada air yang menetes) karena meremas bahan silase tadi, maka bahan silase tersebut telah mencapai kadar air lebih kurang 30%
  5. Chopper bahan silase sehingga panjang bahan silase mencapai lebih kurang 1 cm
  6. Masukkan bahan silase ke dalam drum plastik  (silo) sedikit demi sedikit.
  7. Mampatkan bahan silase dengan cara ditekan dengan tangan atau diinjak sehingga padat.
  8. Tutup drum plastik (silo) dengan menggunakan plastik tebal, ikat dengan menggunakan tali ban.
  9. Lakban plastik penutup  drum sehingga tidak ada udara yang masuk. Drum plastik yang berisi silase ditempatkan di tempat yang teduh. Sebulan kemudian, silase sudah bisa dibuka dan digunakan untuk pakan ternak.
  10. Sebaiknya apabila wadah sudah dibuka segera diberikan pada ternak sampai habis, sebab setelah dibuka jamur berpotensi untuk tumbuh. Cara mensiasati silase cepat habis adalah dengan membuat kemasan atau silo yang kecil-kecil dan dibuka sesuai dengan keperluan
  11. Silase yang telah jadi dan masih belum dibuka, dapat disimpan selama setahun

 

Ciri ciri silase yang bagus

  1. Berbau harum
  2. Berwarna kehijauan

Ciri ciri silase yang jelek

  1. Berbau amoniak
  2. Berwarna coklat gelap
  3. Berjamur
  4. Berair

Adapun jenis silo (wadah silase) serta bahan silase adalah sebagai berikut :

Nomor

Jenis silo

Berat bahan silase

1

Kantong plastik tebal ukuran 30 cm x 30cm

4 kg – 6 kg

2

Kantong plastik tebal ukuran 85 cm x 105 cm

35 kg – 45 kg

3

Drum plastik 20 liter

15 kg – 20 kg

4

Drum plastik 120 liter

60 kg – 120 kg

5

Drum plastik 200 liter

140  kg – 190 kg

 

Indigofera merupakan salah satu leguminosa pohon dengan kandungan protein kasar tinggi yang dapat mencapai hingga 30%. Jika tidak memiliki konsentrat atau sumber protein lain seperti bungkil sawit, dedak atau ampas tahu, leguminosa pohon merupakan alternatif sumber pakan yang baik manfaatnya bagi ternak.

Penanaman dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Perendaman biji selama 24 jam, biji yang mengapung dibuang karena tidak dapat tumbuh, sedangkan yang mengendap dapat disemai
  2. Siapkan nampan yang diisi tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbadingan 6:2:2. Media disiapkan setebal 2-5 cm. Biji baik yang sudah disiapkan disemai di atas tanah, kemudian ditutup kembali dengan sedikit pasir. Permukaan media ditutupi dengan koran kemudian dibasahi untuk menjaga kelembapan. Penyiraman dapat dilakukan sehari sekali.
  3. Biji akan mulai tumbuh kurang lebih 10 hari dan pada hari ke 15-20 telah tumbuh dengan ketinggian ± 15-20 cm. Tanaman dapat dipindahkan ke polybag dengan ukuran 10 x 15 cm. Lubangi tanah dengan kayu kemudian masukkan bibit dan tutup kembali dengan tanah. Setelah ketinggian mencapai ± 25 – 30 cm atau payung daun sudah mencapai 4 tingkat (akar belum menembus polybag) tanaman sudah bisa dipindahkan ke areal tanam yang telah dipersiapkan.
  4. Jarak tanam diatur 1x1m. Tanaman dapat dipanen pada umur 6-8 bulan dengan tinggi pemotongan 1 m dari permukaan tanah dan dapat dipanen kembali setiap 2 bulan. Pemupukan dilakukan 1 bulan setelah pemindahan ke lahan, dan dapat diulang setiap 2 bulan.
  5. Untuk membibitkan kembali, tanaman dibiarkan tidak dipanen sampai 1 tahun. Buah yang diambil dijemur hingga kering selanjutnya ditumbuk untuk memisahkan biji dari polongnya. Untuk menghindari kelembaban, biji yang telah dikeringkan tadi dikering anginkan selama 24 jam. Selanjutnya dapat disimpan dalam kemasan yang rapat.
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com