Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
cybex
wbs
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini86
mod_vvisit_counterKemarin858
mod_vvisit_counterMinggu ini4811
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5119
mod_vvisit_counterBulan ini9930
mod_vvisit_counterBulan Terakhir22642
mod_vvisit_counterSemua hari852330

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 3.80.177.176
,
Hari ini: 14 Des, 2018
Info Teknologi
Cabai Rawit Si Pedas Pengendali Hama PDF Cetak E-mail
Oleh Sumarmiyati   
Kamis, 05 Juli 2018 16:24

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu tanaman famili Solanaceae yang dapat ditanam didaerah tropis maupun subtropis. Lombok rawit selain memiliki rasa pedas yang disebut capsaicin , rasa pedas ini terutama pada bijinya. Selain bisa dikonsumsi untuk membangkitkan selera makan cabai rawit dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama maupun penyakit pada tanaman terutama tanaman sayuran. Cara kerja pestisida nabati cabai rawit adalah sebagai racun perut dan penolak hama.

Adapun hama sasarannya antara lain adalah semut, aphis, bubuk polong, kumbang, ulat, pemotong daun, kutu sisik, lalat putih dan siput. Selain hama juga untuk mengendalikan penyakit antara lain mosaik dan bercak cincin pada tanaman timun. Berikut ini contoh ramuan pestisida nabati berbahan cabai rawit yang dapat digunakan untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman sayuran.

Ramuan 1. Cabai rawit, bawang putih, dan jeruk asam

Campuran ekstrak lombok rawit, bawang putih, dan jeruk asam dapat digunakan untuk mengendalikan lalat putih, belalang daun, dan aphis pada tanaman tomat, mengendalikan ngengat punggung berlian pada tanaman kubis dan hama lainnya pada tanaman mentimun. Jeruk asam (kecut) dapat melawan infeksi jamur. Bahan-bahan tersebut adalah 120 gr lombok rawit, 1-3 umbi bawang putih, dan cairan 3 buah jeruk asam. Bahan-bahan ini ditumbuk halus secara bersama-sama, kemudian ditambah sedikit sabun cair dan direndam dalam air selama 1 malam, atau jika mungkin lebih. Selanjutnya larutan tersebut disaring,dan diberi air hingga menjadi 10 liter. Ektrak diambil 2 liter, kemudian ditambah air lagi hingga menjadi 18 liter dan ditambah sabun cair sebelum disemprotkan pada tanaman. Larutan seluruhnya dapat digunakan untuk menyemprot tanaman seluas 0,5 hektar. Larutan minggu jika terlihat ada beberapa hama. Penggunaan  larutan lombok ini harus dilakukan dengan hati-hati, konsentrasinya harus tepat karena jika berlebihan justru akan menimbulkan keracunan tanaman.

Ramuan 2. Lombok rawit dan biji mimba

Larutan ini digunakan untuk mengendalikan lalat putih pada tomat dan lombok paprica, ngengat punggung berlian pada kobis, aphis, kutu dan hama pengisap.

Bahan yang diperlukan antara lain : 12 gr lombok rawit dan 200 gr biji nimba. Biji nimba yang telah kering sebanyak 200 gr digiling sampai halus dan direndam dalam 4 liter air selama 1 malam. Kemudian ditambahkan 12 gr ombok rawit yang telah disaring terlebih dahulu. Larutan ini dapat digunakan di daerah tempat lalat putih merajalela dan penyemprotan dilakukan setiap 3-4 hari.

Ramuan 2. Lombok rawit dan daun nimba :

Larutan ini digunakan untuk mengendalikan lalat putih dan ulat grayak pada tanaman jagung. Bahannya antara lain : 10-20 buah lombok rawit, daun mimba 2-2,5 kg dan                         2 sendok makan sabun.

Daun nimba dan lombok rawit ditumbuk halus dan direndam dalam air 5 liter selama 1 malam. Hari berikutnya larutan disaring diberi air sebanyak 20 liter. Larutan ini disemprotkan seminggu sekali untuk mengendalikan lalat putih.

Sumber : Pracaya, 2008. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Organik. Kanisius. Jogjakarta.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com