Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
upg
Suplemen Sinta
Katam
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1072
mod_vvisit_counterKemarin1617
mod_vvisit_counterMinggu ini3132
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir10492
mod_vvisit_counterBulan ini9341
mod_vvisit_counterBulan Terakhir39836
mod_vvisit_counterSemua hari1279785

Online (20 menit yang lalu): 28
IP Anda: 3.231.220.139
,
Hari ini: 09 Apr, 2020
Info Teknologi
Si-Porang Yang Sedang Jadi Primadona. PDF Cetak E-mail
Selasa, 25 Februari 2020 06:30

Tanaman ini semakin dikenal sejak banyak media yang menyampaikan pemberitaan terkait Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah mengekspor jenis umbi umbi-umbian ini sebanyak 60 ton ke negeri Cina, jika dirupiahkan nilai ekspor nya mencapai 1,2 miliyar rupiah. Di tahun 2018, Kementerian Pertanian juga telah memulai ekspor tanaman, laman Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan beberapa negara di asia lainnya.

Porang memiliki nama ilmiah Amorphophallus Muelleri, namun bagi masyarakat tanaman ini lebih banyak dikenal dengan nama lokal nya, sebut saja di tanah Sunda, porang dinamakan acoan oray atay acung. Di daerah Jawa Timur, lebih tepatnya Nganjuk, porang diberi nama kairong. Selain nama acoan oray dan kairong, di berbagai daerah lain ada  yang menamainya suweg, walur dan iles-iles.

Kepopuleran tanaman ini sebagai primadona baru bisnis ternyata dipengaruhi oleh banyaknya manfaat dari tanaman yang ternyata asli Indonesia ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa porang memiliki kandungan glukomannan / Konjac Glucomannan (KGM) yang berbentuk tepung. Kandungan tepung ini bisa diolah menjadi berbagai macam hal dan berperan sebagai bahan pengganti. Kandungan karbohidrat yang terdapat di umbi porang mencapai lebih dari 80%, menjadikan karbohidrat komponen terpenting di dalam tanaman ini. Selain sebagai bahan makanan, porang juga memiliki berbagai manfaat dalam industri farmasi bahkan industri tekstil, konstruksi, dll.

Melihat banyaknya manfaat dan nilai ekomoni dari tanaman ini, maka porang tentunya layak untuk dibudidayakan. Seperti halnya tanaman lain, maka dalam budidaya tanam porang yang harus diperhatikan pertama kali adalah kondisi lingkungan hidup dan lahan tempat budidaya. Tanaman porang memerlukan naungan agar pertumbuhannya baik dengan tingkat kerapatan naungan minimal 40 %. Naungan yang cocok untuk tanaman porang adalah pepohonan jenis jati, mahono, dan sono. Sifat khusus tanam ini yang harus diperhatikan adalah mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh. Meski dapat tumbuh pada ketinggian 0-700 mdpl, tapi paling baik dibudidayakan pada ketinggian 100-600 mdpl.

Berikut beberapa hal penting dalam budidaya tanaman porang :

 

1. Perkembangbiakan

Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Secara umum, teknik perkembangbiakan porang dapat dilakukan dengan menggunakan, umbi, biji atau buah dan bintil atau katak (bagian yang berwarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun tanaman porang.)

 

2. Persiapan Lahan

Bebarapa hal yang harus diperhatikan dalam penyiapan lahan selain membersihkan gulma, yaitu :

  • Setiap 4 Ha dijadikan 1 blok dan dibuat jalan pemeriksaan selebar 2 m sebagai batas balok
  • Pemasangan ajir dengan jarak 1 m x 1 m baik untuk umbi maupun untuk katak
  • Buat jalur menggunakan cangkul selebar 0,5 m, untuk bibit yang menggunakan katak yang ditanam pada jalur yang sudah dicangkul.
  • Pembuatan lubang tanam untuk bibit yang menggunakan umbi dengan ukuran lubang sekitar 20x20x20 cm.
  • Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan pupuk bokashi sebanyak 0,5 kg/lubang yang dicampur dengn top soil, sedngkan untuk katak pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.

 

3. Cara Tanam

Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan, yaitu sekitar bulan November – Desember. Tahap penanaman porang adalah sebagai berikut:

  • Bibit yang telah dipilih dimasukkan  satu per satu ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas
  • Untuk setiap lubang tanam diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 m
  • Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm

 

4. Panen

Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Ciri-ciri porang yang siap panen adalah jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah.

 

sumber :

https://tanipedia.co.id/cara-budidaya-tanaman-porang-prospek-yang-menjanjikan/

https://gdm.id/budidaya-porang/

https://www.trubus-online.co.id/janji-porang/

https://tirto.id/mengenal-tanaman-porang-manfaat-harga-budidaya-nilai-bisnis-ekCF

http://new.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/3541/

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com