Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
pustaka
Katam
LPSE
Suplemen Sinta
upg
Portal PPID

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1249
mod_vvisit_counterKemarin1365
mod_vvisit_counterMinggu ini2614
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir10622
mod_vvisit_counterBulan ini34684
mod_vvisit_counterBulan Terakhir51713
mod_vvisit_counterSemua hari2134107

Online (20 menit yang lalu): 28
IP Anda: 54.224.117.125
,
Hari ini: 24 Jan, 2022
Berita
“Mekarkan Bunga dengan POC” PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ekayujaya   
Jumat, 21 Januari 2022 05:58

Gaya hidup organik merupakan suatu trend yang mulai berkembang di Indonesia, seiring makin berkembangnya kesadaran akan pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. Hal itu dikarenakan pola hidup organik dianggap suatu Langkah tepat agar manusia bisa menjalani kehidupan dengan lebih sehat. Mengutip dari laman Aliansi Organis Indonesia (AOI), saat ini pertumbuhan pasar organik di Indonesia meningkat setiap tahunnya sekitar 15-20%.

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian organik adalah (1) berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup, seperti hewan atau tumbuhan, serta minyak bumi dan batu bara, (2) secara proses kimia berhubungan dengan organisme hidup.

Sementara itu, makanan organik adalah makanan yang diproduksi dan diproses secara konvensional (tradisional). Istilah “organik” mengacu pada proses produksi suatu bahan makanan. Untuk itu, dalam sistem Pertanian dan peternakan organik tidak melibatkan teknologi rekayasa biologi, radiasi, penggunaan zat pestisida, hormon, dan antibiotik. Semua prosesnya juga tidak menggunakan pupuk yang dari bahan sintetis atau limbah lumpur.

Tanaman yang dirawat secara organik, cenderung menggunakan pupuk alami/organik, seperti pupuk kandang untuk meningkatkan pertumbuhan. Pertanian organik cenderung meningkatkan kualitas tanah dan konservasi air tanah. Ini juga mengurangi polusi dan mungkin lebih baik bagi lingkungan.

Pupuk organik itu sendiri merupakan pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk ini dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik. Kandungan didalamnya bisa memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah (Permentan No. 2 Tahun 2006)

Dan untuk mendukung upaya tersebut, BPTP Balitbangtan Kaltim juga turut memperkenalkan berbagai jenis pupuk organik yang bisa digunakan untuk tanaman. Salah satunya adalah pupuk organik cair dari “limbah” rumah tangga, dibandingkan dengan pupuk cair dari bahan anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa digunakan tanaman secara langsung., serta cepat mengatasi defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat.

Adapun pupuk organik cair (POC) yang dipraktekkan langsung oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim (Dr.Fausiah T.Ladja) adalah jenis pupuk yang berasal dariair cucian beras, dan air kelapa yang difermentasi bersama larutan bakteri fermentasi. Dan berdasarkan pengalaman, pupuk jenis ini mampu membuat pertumbuhan tanaman bunga menjadi optimal, terutama pada proses pembungaan tanaman angrek.

Seperti apa cara pembuatannya..?

Pertama siapkan bahan-bahan nya yaitu:

Air kelapa (1 liter) ; air cucian beras (air pada cucian pertama) ; EM4 (2 sendok makan) ; molase (air 20ml+gula pasir/gula merah 100gr, dimasak, dinginkan) ; air bersih ; Jerigen (Vol.5lt).

Setelah itu semua bahan dimasukkan ke jerigen (jangan sampai penuh, cukup sampai batas pegangan jerigen),  tutup papat jigen, diamkan selama 1 minggu pada suhu ruang dan tidak terkenah matahari langsung. Setelah itu pupuk siap untuk digunakan.

Note, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses ini :

(1)  Untuk memcegah terjadimya penumpukan gas selama proses fermentasi, maka tutup jirigen bisa di bor (dilobangi) diberi selang yang dialiri ke botol mineral yang disi air (botol ditutup). Dengan posisi selang menyentuh air.

(2) Untuk pengaplikasian pupuk cair, pupuk cair sebanyak 2 tutup jirigen ditambahkan 2 liter air, kemudian disemprotkan ke tanaman. Dosis pemakaian sebaiknya 2 kali seminggu.

 

Selamat mencoba….

berikut link videonya ya...

video pembuatan poc

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com