Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini566
mod_vvisit_counterKemarin631
mod_vvisit_counterMinggu ini1197
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5786
mod_vvisit_counterBulan ini17076
mod_vvisit_counterBulan Terakhir20291
mod_vvisit_counterSemua hari811945

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 54.224.89.34
,
Hari ini: 22 Okt, 2018
Berita
VUB Adaptif, Upaya Tingkatkan Produktivitas di Lahan Rawa Sepunggur PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Tarbiyatul. M   
Selasa, 16 Oktober 2018 16:56

Ketersediaan air di lahan rawa pasang surut menjadi peluang bagi petani trans di Unit Pemukiman Transmigrasi Sepunggur Kec. Tanjung Selor Kab. Bulungan Prov. Kaltara. Pemukiman yang baru diresmikan sejak tahun 2015 dihuni 500 KK dengan fungsional lahan sawah hingga saat ini terdapat 208 ha atau sekitar 55% dari luas lahan sawah yang diperuntukkan.  Daerah ini termasuk salah satu kawasan program Pemda setempat, “Delta Kayan Food Estate”, pada tahun 2014 menjadi program unggulan Provinsi Kaltim untuk menciptakan ketahanan pangan di Kab. Bulungan yang saat itu belum pemekaran menjadi Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ini menjadi target penelitian kegiatan kerjasama penelitian, pengkajian, dan pengembangan pertanian strategis (KP4S) antar UK/UPT lingkup Balitbangtan.

Rata-rata produktivitas padi Ciherang menghasilkan 3-3,5 ton GKP/ha. Namun belum semua petani menikmati hasil panennya, pasalnya kondisi lahan masih banyak tunggul kayu dan belum dikelola penataan lahannya.  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sudah menemukan berbagai inovasi teknologi pertanian lahan rawa. Di antaranya teknologi tata air, pengelolaan hara dan pupuk, pembenahan (ameliorasi) tanah, varietas unggul (padi, jagung, dan kedelai) yang adaptif untuk lahan rawa, perbaikan budidaya serta sistem usaha tani (termasuk sistem integrasi tanaman dan ternak).

Introduksi VUB adaptif (6 jenis) dan Padi Lokal (2 jenis) telah ditanam pada areal seluas 50 ha pada tipe luapan B, C dan D. Penanaman dilakukan pada akhir bulan Juli hingga awal Agustus 2018 lalu. Adapun VUB yang diintroduksikan yaitu Inpago 8, Inpari 30, Inpari 40, Towuti, Inpara 5, dan Inpara 7. Sedangkan jenis lokal yaitu Padi Ikan dan Padi Malinau.

Hasil sementara Varietas Towuti dengan tata kelola sistem surjan (padi dan bawang merah) tipe luapan B paling cepat berbuah dengan jumlah anakan 50-65 batang/rumpun, kemudian Inpara 7 dan Inpago 8 dengan jumlah anakan 45-55 batang/rumpun, demikian laporan dari PPL wibi Sepunggur, ibu Suriani.

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com