Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini53
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9689
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608449

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Publikasi-->Brosur
Brosur BPTP Kaltim PDF Cetak E-mail

1. Program dan Kegiatan Unggulan BPTP Kaltim

Dengan mengucap Puji dan Syukur Kehadirat Yuhan Yang  Maha Esa atas Rahmat dan Karunia-Nya, maka brosur  ”Program dan Kegiatan Unggulan BPTP Kaltim” ini dapat  diselesaikan. Program dan Kegiatan Unggulan BPTP Kaltim yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengguna dalam mendorong peningkatan produktivitas usahatani, efektif dan pertisipatif dalam konteks pembangunan agribisnis yang berkelanjutan. Brosur ini diharapkan dapat memberikan informasi singkat kegiatan penelitian, pengkajian dan pendampingan sehingga  dapat mempercepat proses diseminasi inovasi pertanian yang pada akhirnya dapat mempercepat proses adopsi teknologi ke pengguna.

 


2. Sekilas BPTP Kaltim

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur  adalah unit kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian di bawah koordinasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. BPTP Kalimantan Timur yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur ini dibentuk bulan Desember 1994. Pada  pada awal pembentukkannya diberi nama Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) dengan surat keputusan Menteri Pertanian No. 798/Kpts/OT.210/12/94, kemudian pada tahun 2001 ditingkatkan statusnya menjadi BPTP melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 50/Kpts/Ot.210/6/2001 tanggal 14 Juni 2001, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian di daerah, dengan mandat melaksanakan kegiatan penelitian dan pengkajian di Kalimantan Timur sesuai dengan kebutuhan daerah. Keberadaan BPTP Kaltim diharapkan dapat menjadi  center of excellence dalam penyediaan dan pelayanan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.   Kegiatan penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi serta kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah dalam upaya untuk mendukung pembangunan pertanian di daerah, sesuai dengan tugas dan fungsi didirikannya BPTP.


3. Pembangunan Pertanian Kawasan Perbatasan

Wilayah perbatasan sering dikategorikan sebagai  daerah tertinggal, mencakup kawasan luas dengan potensi  sumberdaya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk pengembangan sektor pertanian. Sejumlah kendala yang dihadapi dalam upaya mempercepat pembangunan sektor pertanian dan sektor-sektor terkait lainnya di kawasan perbatasan teridentifi kasi, antara lain : (1) keterbatasan infrastruktur, baik infrastruktur fi sik maupun infrastruktur ekonomi (pasar, lembaga keuangan dan pemasaran), (2) kondisi biofisik wilayah, dan (3) kondisi sosial-budaya (tribal friction). Masyarakat, khususnya penduduk lokal, terisolasi, karena keterbatasan infrastrukur, kurang tersentuh oleh inovasi maupun teknologi baru. Sebagian penduduk perbatasan lebih mudah mengakses secara fi sik dan ekonomi dengan negara tetangga, sehingga sangat bergantung pada negara tetangga dibandingkan negara sendiri. Apabila hal ini terus berlangsung lama, maka persoalan ini berpotensi disintegrasi bangsa. Akhir-akhir ini pembangunan wilayah perbatasan lebih diperhatikan oleh banyak sektor dan lembaga/kementerian Pemerintah, di bawah koordinasi Kemendagri mendirikan Badan Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan Perbatasan (BP4) dari tingkat pusart sampai daerah (Kota/Kabupaten).


4. Hama, Penyakit dan Masalah Hara Kedelai

Produksi kedelai nasional selama ini lebih  dipengaruhi oleh luas tanam, namun peluang peningkatan produksi melalui perbaikan teknologi masih terbuka lebar.

Gangguan hama, penyakit, dan ketidakseimbangan hara di tanah merupakan masalah penting yang dihadapi petani dalam usahatani kedelai. Selain menurunkan produksi, serangan hama dan penyakit juga menurunkan kualitas hasil. Serangan beberapa hama dan penyakit tertentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa atau mirip dengan gejala ketidaksimbangan hara. Oleh karena itu,gejala tersebut perlu diidentifikasi dengan teliti agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efisien dan efektif.


5. Pengembangan Usaha Permodalan Lembaga  Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) pada Gapoktan 
Gabungan Kelompoktani (Gapoktan) berdasarkan  Peraturan Menteri Pertanian nomor 273/kpts/160/4/2007 tentang Kelembagaan Tani, adalah sebagai unit organsasi petani dan usaha pertanian lainya dalam suatu desa. Agar unit organisasi petani yang ada pada suatu wilayah desa dapat tumbuh dan berkembang menjadi kelembagaan yang kuat maka permodalan merupakan salah satu faktor penting yang memerlukan penguatan. Untuk itu maka Gapoktan sebagai lembaga petani di desa perlu memiliki unit usaha keuangan yang dinamakan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A). Unit keuangan mikro tersebut merupakan salah satu unit yang akan berperan sebagai lembaga permodalan Gapoktan di pedesaan yang diharapkan agar kegiatan usaha keuangan mikro dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.


6. Pengembangan M-KRPL

Program Rumah pangan lestari dikembangkan di Indonesia dengan harapan dapat mengatasi krisis pangan dunia serta dampak lonjakan harga pangan dunia dapat diminimalisir, dengan telah terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga. Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan,  diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, dan konservasi tanaman pangan untuk masa depan perlu diaktualisasikan dalam menggerakan lagi budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun perdesaan. BPTP dituntut berperan aktif dalam pengembangan M-KRPL. Pada Tahun 2011 BPTP Kalimantan Timur melakukan uji coba pengembangan 2 unit M-KRPL, dan tahun 2012 pengembangan model ini diperluas menjadi 8 unit di Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.


7. Juknis M-P3MI di Kaltim

Dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian  menuju terwujudnya pertanian unggul berkelanjutan yang berbasis  sumberdaya lokal serta untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani, Badan  Litbang Pertanian mulai tahun 2011 mencanangkan Model  Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) sebagai program pembangunan pertanian, dalam rangka meningkatkan jangkauan kegiatan diseminasi melalui spektrum diseminasi multi channel (SDMC). Spirit pengembangan M-P3MI didasari keberhasilan PRIMATANI yang telah terbukti mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan dan perkembangan usaha dan sistem agribisnis komoditas pertanian di berbagai daerah.M-P3MI merupakan suatu konsep diseminasi inovasi yang tidak hanya fokus dalam percepatan penyebaran inovasi pertanian, tetapi juga memperluas dan memperbesar spektrum diseminasi.


 
Joomla Templates by JoomlaVision.com