Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini701
mod_vvisit_counterKemarin795
mod_vvisit_counterMinggu ini3765
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini17765
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1032557

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 34.236.190.216
,
Hari ini: 22 Agus, 2019
Combine Harvester Bangkitkan Semangat Petani Panen PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sundari, Tarbiyatul M dan Muryani P   
Jumat, 19 Januari 2018 15:33

Desa Semangko Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara,  walaupun semalaman diguyur hujan tidak menghalangi dan menyurutkan niat para Petani , PPL-UPT , POPT,dan Peneliti dan penyuluh BPTP untuk  besama-sama melaksanakan panen. Hari  ini lokasi  panen di Poktan Hidup Baru 2, Varietas Ciherang dengan produktivitas 5.4-6,0 ton GKP/ha dengan harga gabah Rp. 4.500-4.700/kg GKP. (Rabu, 17/01/2018

Misran selaku kepala UPT-Penyuluhan Pertanian dan Peternakan Marangkayu mengatakan, Kec. Marangkayu merupakan salah satu kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kab. Kutai Kartanegara dengan total luas sawah 1.313 ha, untuk desa Semangko saja hamparan sawah seluas 355 ha yang siap panen.

Kec. Marangkayu cara panen 100% sudah menggunakan alat mesin panen Combine Harvester dengan tipe DC 60 70, 85 sebanyak 9 buah dengan sistem pembagian 7:1 artinya 6 karung petani penggarap, 1 karung pemanen. Lukman ketua Poktan  Hidup Baru 2 mengatakan selama ini petani panen dengan cara manual untuk luasan 1 ha bisa satu hari penuh  selesai tapi dengan adanya mesin panen untuk luas satu ha bisa dua jam selesai.

Tarbiyatul selaku pelaksana Upsus  BPTP Kaltim mengatakan dengan jumlah kepemilikan lahan sawah rata-rata lebih dari 2 ha, seyogyanya petani di Kec. Marangkayu sudah beralih menggunakan alat tanam padi (transplanter) dari cara tanam Atabela (menggunakan paralon). Harapan kedepannya petani dapat membuat persemaian sistem "dapog" sebagai antisipasi kelangkaan tenaga kerja bidang pertanian. Semoga dengan adanya Inovasi baru dengan pendampingan dari BPTP Kalimantan Timur bisa menyemangati para petani dan penyuluh dilapangan.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com