Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
cybex
wbs
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini660
mod_vvisit_counterKemarin656
mod_vvisit_counterMinggu ini2491
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4350
mod_vvisit_counterBulan ini7795
mod_vvisit_counterBulan Terakhir17218
mod_vvisit_counterSemua hari623773

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 54.227.127.109
,
Hari ini: 13 Des, 2017
Solusi Mengatasi Harga Bawang Merah PDF Cetak E-mail
Oleh Sundari   
Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Mencegah lebih baik dari pada menyesal. Kelangkaan bawang merah di pasaran akan mengakibatkan lonjakan harga yang jauh dari jangkauan masyarakat ”harga bawang melambung tinggi”, .

Semakin meningkatnya permintaan pasar akan komoditas bawang merah membuat komoditas ini, kini menjadi salah satu komoditas strategis yang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian. Lonjakan permintaan konsumen juga biasa terjadi pada momen-momen tertentu seperti menjelang hari raya, dan itu harus diantisipasi dengan kecukupan produksi yang dapat menjamin ketersediaan pasar. Oleh karena itu perlu adanya terobosan baru dalam pengembangan bawang merah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Intensifikasi lahan sempit di pekarangan rumah untuk berbudidaya bawang merah dengan menggunakan pot atau polybag, diharapkan mampu menyediakan kebutuhan bawang merah skala rumah tangga.

Cara menanam bawang merah dalam polybag atau pot sama saja dengan teknik tanam cabe dalam polybag atau tomat dan daun bawang. Dibutuhkan wadah, media tanam, memilih bibit, pemupukan, dan penyairaman. Adapun proses budidayanya lebih mirip dengan daun bawang dalam pot.

Keuntungan membudidayakan bawang merah dipolibag adalah tidak mengeluarkan biaya besar, ini adalah benar-benar cara terbaik untuk memulai bercocok tanam bawang disekitar halaman rumah sebagai tanaman pekarangan untuk kebutuhan rumah tangga (pakai sendiri). Budidaya bawang secara besar-besaran pada umumnya banyak menggunakan pupuk-pupuk serta pestisida kimia, dengan menanam sendiri kebutuhan bahan makanan, tentu memiliki nilai plus untuk kesehatan tubuh kita.

Solusi dan cara terbaik untuk mendapatkan bahan makanan yang lebih sehat, dengan menanam bawang merah secara organik tentunya kesehatan keluarga lebih terjamin., manfaat lainnya akan kita rasakan pada saat menyusun kantong-kantong polybag ditata sebagai tanaman hias,  suasana asri akan terwujud di halaman atau lahan sekitar rumah yang kita tempati.

Berikut Cara menanam bawang merah menggunakan polybag/pot:

1. Persiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, sekam/arang sekam, pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1:1. Sebagai pupuk dasar, digunakan pupuk TSP (SP36) 3 gr/polybag. Semua media tanam tersebut dicampur dan di masukkan pada polibag, disiram dengan air lalu dibiarkan selama 1-2 hari dan siap untuk digunakan. Pupuk dasar juga dapat diberikan pada saat penanaman, dengan menabur dan membenamkan di sekitar umbi bawang merah yang di tanam.

2. Penanaman dan Pemupukan

Sebelum penanaman, terlebih dahulu di lakukan pemotongan pada ujung umbi bawang merah. Untuk wadah penanaman, digunakan polibag/pot berukuran 30 cm atau 25 cm. Pada polybag/pot ukuran 30 cm, umbi bibit bawang merah dapat ditanam sebanyak 3 umbi/polibag dan 1 umbi pada polybag ukuran 25 cm. Umbi ditanam ke dalam media tanam sampai sebatas leher umbi. Pupuk susulan yang diberikan adalah campuran pupuk NPK (16-16-16) sebanyak 1 gr/polybag + air 1 liter, diberikan setiap minggu sampai tanaman umur 6 minggu dengan cara diocor atau disiramkan di sekitar tanaman (1 gelas aqua/200 ml/polibag), atau dapat juga diberikan sebanyak 2 kali yaitu saat umur 15 hari setelah tanam (hst) dan 30 hst, yaitu dengan menabur dan membenamkan disekitar tanaman. Untuk pertumbuhan tanaman bawang merah yang optimal, polybag diharuskan untuk diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari.

3. Pemeliharaan

Penyiraman pada saat musim kemarau, dilakukan sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore tergantung keadaan di lapang. Tanaman bawang merah tidak tahan kekeringan namun juga tidak tahan terhadap genangan air. Apabila tanaman sudah umur 1,5 bulan (umbi sudah terlihat), penyiraman cukup 1 kali agar umbi cepat tua/berisi. Penyabutan gulma, biasanya dilakukan saat tanaman umur 2 minggu, dan sebaiknya dilakukan seawal mungkin, karena mengganggu pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah. PHT. Pada musim kemarau jarang dilakukan, tetapi harus dilakukan pada saat musim penghujan. Pestisida dapat digunakan pestisida nabati, tetapi jika sudah melebihi ambang batas digunakan pestisida kimia.

4. Pemanenan

Ciri-ciri tanaman bawang sudah merah yang siap dipanen, adalah daunnya sudah rebah dan menguning, leher batang tanaman kempos/gembos, umbi tersembul pada permukaan tanah, persentase rebah dari keseluruhan tanaman sudah 80% serta umbi berwarna merah cerah. Bawang merah dapat dipanen setelah umur 2 bulan (untuk konsumsi), untuk menjadi benih dapat dipanen saat umur 70 hari (Var. Bima). Pemanenan sebaiknya dilakukan pada keadaan tanah kering dan cuaca cerah untuk mencegah busuk umbi saat penyimpanan. Bawang merah yang telah dipanen diikat pada ujung daunya dan jemur sampai cukup kering di bawah sinar matahari. Jika digunakan sebagai benih, setelah panen dilakukan penjemuran ± 2 minggu dan simpan 2 - 3 bulan pada suhu ruang dan siap untuk ditanam.

Itulah cara menanam bawang secara ringkas dan mudah. Silahkan mencoba  dulu, jika ketemu kendala, anda akan memahami sendiri bagaimana sebenarnya cara menanam bawang merah dari biji yang baik khususnya skala kecil dalam polybag. Semoga bermanfat, dan bisa mengantispasi kalau harga bawang di pasar melambung tinggi.

 

Sumber :

-          BPTP Jakarta

-          http://www.organikilo.co/2016/03/solusi-dan-cara-budidaya-bawang-merah.html

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com