Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini51
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini51
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9687
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608447

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Amfibi Solusi Bertani di Cuaca Ekstrem PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Rabu, 15 November 2017 06:35

Samarinda, 14/11/2017 Bertempat di Desa Bendang, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda dibuka lahan tidur yang hampir 15 tahun tidak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Hal ini disebabkan akibat dampak dari aktivitas lahan tambang. Seiring dengan menurunnya aktivitas tambang batu bara,  maka kelompok tani Suka Maju yang berada di Desa Bendang bersama-sama mengembalikan fungsi lahan tersebut menjadi sawah kembali.

Lahan di kelurahan Lok Bahu tersebut memiliki potensi 80 Ha, namun untuk saat ini baru dibuka seluas 30 Ha yang merupakan demfarm dari BPTP Kaltim. Tanam perdana dilaksanakan secara simbolis oleh Kepala BPTP Kaltim, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kaltim serta kota Samarinda, Kodim 0901/ Samarinda, Camat Sungai Kunjang, Lurah Lok Bahu, Gapoktan serta PPL.

Benih padi yang ditanam merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Amfibi hasil dari Badan litbang pertanian yaitu INPAGO 5. Varietas ini terbukti tahan terhadap cuaca ekstrem (kondisi tidak normal), yaitu genangan (banjir) dan kekeringan. Jenis ini merupakan solusi dan sangat cocok untuk dikembangkan di Samarinda mengingat kondisi alamnya sangat ekstrem.

VUB Amfibi, Inpago 5  untuk pertama kali dikembangkan di wilayah Samarinda, sehingga masyarakat petani di Desa Bendang sangat bersemangat dan berharap varietas ini mampu meningkatkan hasil produksi padi. Kesuksesan dari desa ini akan direplikasi di tempat lain, mengingat luas lahan di Kaltim masih cukup luas dan potensial.

Setelah tanam bersama, acara dilanjutkan dengan Bimbingan teknis budidaya padi yang dilaksanakan di rumah petani yang lokasinya tidak jauh dari tempat tanam bersama. Bimtek dibuka oleh Camat Sungai Kunjang dan diikuti oleh seluruh anggota kelompok tani Suka Maju dengan cukup antusias.

Komoditas unggulan harus ditingkatkan serta target luas tambah tanam (LTT) dioptimalkan di lahan yang belum dibangun serta telah lama istirahat, sehingga produktifitas meningkat yang tentu saja didukung dengan inovasi teknologi.

“BPTP Kaltim akan terus mendampingi dari sisi inovasi teknologi yang dimiliki, mulai dari budidaya tanaman, hama penyakit serta mekanisasi alat–alat pertanian, dengan harapan target swasembada pangan di Kaltim dapat tercapai” ujar Kepala BPTP Kaltim (Dr. Muhammad Amin S.Pi, M.Pi) diakhir bimtek.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com