Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini52
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini52
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9688
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608448

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
BPTP Kaltim Kenalkan Padi Amfibi di Perbatasan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Tarbiyatul. M   
Senin, 13 November 2017 06:21

Kabupaten Mahakam Ulu merupakan wilayah pemekaran Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2012, berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat serta Kalimantan Utara. Luas wilayahnya 15.315 km2, terdiri dari 5 Kecamatan dengan jumlah penduduk 26.089 jiwa. Kabupaten Mahakam Ulu berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kab. Malinau) dan Negara Sarawak (Malaysia Timur) di sebelah Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kalimantan Tengah di sebelah Selatan dan  sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kalimantan Tengah serta Kabupaten Kalimantan Barat.

Sektor pertanian di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu kental dengan budaya adat masyarakat lokal yaitu suku dayak, karena tradisi mereka sebelum acara tugal menanam padi ladang dibuatlah acara Hudox dan diakhiri dengan acara Hudox pula sebagai tanda telah selesai acara tanam padi di masing-masing kecamatan. Budaya ini dilakukan setiap tahun dan jatuh pada bulan September sampai Oktober.

Sekitar 98% kebutuhan pangan akan beras di Kabupaten Mahakam Ulu berasal dari padi  ladang. Pola yang dilakukan dengan sistem ladang balik, karena setelah 3-4 tahun petani akan kembali membuka lahan yang pertama mereka garap. Rata-rata produktivitas padi ladang lokal (umur 6 bulan) berkisar antara 50-80 kaleng atau 600 -960 kg GKG/ha-nya Dengan memanfaatkan kesuburan tanah secara alami, walaupun ada daerah tertentu yang dapat mencapai 120 kaleng (1.440 kg GKG/ha) seperti di pinggiran S. Payang dan S. Alan karena tanahnya yang subur.

BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur dalam mendukung program Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai telah memperkenalkan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpago 5 yang dapat ditanam di lahan kering dengan potensi hasil 6 ton GKP/ha. VUB Inpago 5 memiliki keunggulan bersifat amfibi, yaitu dapat ditanam di lahan basah dan lahan kering. Terdapat 14 jenis varietas amfibi yang telah dirilis Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) yaitu : Limboto, Batutegi, Towuti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Inpari 10 Laeya, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8, Inpago 9, Inpari 38 Agritan, Inpari 39 Agritan.

Pada tahun 2017 ini, demplot VUB Inpago 5 di Kabupaten Mahakam Ulu ada di Kampung Long Kerioq Kecamatan Long Apari dan Kampung Ujoh Bilang serta Kampung Long Bagun Ulu Kec. Long Bagun. Acara Tanam bersama dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Pengelolaan Lahan Kering dan Teknologi Budidaya Padi Lahan Kering secara organik. Antusias petani terhadap introduksi VUB Inpago 5 sangat tinggi, semoga dengan memasyarakatkan Inovasi Teknologi Balitbangtan di Kawasan Perbatasan Kaltim dapat mewujudkan Kemandirian Pangan setiap RT tani. Sehingga ketergantungan akan beras impor dari Samarinda yang harganya dapat mencapai Rp 600.000,- hingga Rp 800.000,- per-25 kg disaat kemarau ataupun banjir di ulu riam (Kec. Long Pahangai dan Long Apari) dapat dikurangi.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com