Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini52
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini52
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9688
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608448

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Inilah "Petani" Masa Depan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ekayujaya   
Kamis, 09 November 2017 10:13

Opini publik di sektor Pertanian di Indonesia tidaklah semanis jargon pembangunan pertanian yang berkembang saat ini. Paranoid generasi muda untuk bergerak di sektor ini menjadi salah satu penyebab yang membuat semakin sulitnya menemukan inovator di bidang pertanian. Hal itu dikarenakan bagi generasi muda, bekerja di sektor pertanian, menjadi petani bukanlah profesi yang menjamin finansial.

Trend regenerasi di sektor pertanian ini ternyata juga dialami oleh beberapa negara maju, salah satunya negara jepang. Untuk itu, sejak beberapa tahun terakhir Jepang merupakan salah satu negara maju yang telah menerapkan pertanian berbasis teknologi. Teknologi terbaru yang tengan dikembangkan adalah menciptakan "petani".

Seperti dilansir pada laman Wall Street Journal, Jepang  mulai menerapkan sistem pertanian yang berbasis robot sebagai pengganti petani. Laman Grist, juga melansir bahwa Spread merupakan perusahan pertanian pertama di dunia yang tidak mempekerjakan petani. Perusahan yang berlokasi di dekat Kyoto ini mengklaim bahwa penggunaan robot dalam bidang pertanian mampu memangkas sebesar 50 persen tenaga kerja.

Untuk itu hampir semua kegiatan pertanian bercocok tanam, merawat, dan memanen sayuran dilakukan oleh robot. Adapun dalam pemilihan benih masih mengandalkan manusia, akan tetapi dalam perkembangannya, robot ini mulai dirancang untuk melakukan semua perkejaan di sektor pertanian yang selama ini menjadi tugas seorang petani.

Jika di suatu masa, robot ini berada di Indonesia, masalah regenerasi pertanian akan sedikit teruraikan, walaupun mungkin kita tetap akan merindukan sosok bertopi caping di antara hijaunya lahan pertanian*.

 

*Sumber : https://tirto.id/ ; https://www.wsj.com/asia ; https://grist.org/ ; https://www.pertanianku.com

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com