Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini289
mod_vvisit_counterKemarin808
mod_vvisit_counterMinggu ini5038
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini19038
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033830

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 34.204.179.0
,
Hari ini: 24 Agus, 2019
Petani Bongan Siap Tinggalkan Kebiasaan Lama PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Rabu, 01 November 2017 06:50

Kecamatan Bongan merupakan satu dari delapan belas Kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Barat. Daerah tersebut merupakan lumbung padi bagi Kabupaten Kutai Barat karena ± 25,3% dari total luas sawah berada di Kecamatan tersebut (BPS 2014).

Selasa tanggal 17 Oktober 2017 yang lalu dilaksanakan acara Tanam Bersama di Kelompok tani Melajau Indah Kampung Jambuk. Acara dihadiri oleh Dinas Kab. Kutai Barat, BPTP Balitbangtan Kaltim, Sekcam Kecamatan Bongan, jajaran Kodim 0912/Kubar, para penyuluh Kec. Bongan, Gapoktan dan masyarakat.

Pelarangan membakar lahan mendorong petani lokal padi ladang/huma khususnya di Kampung Jambuk Kec. Bongan Kab. Kutai Barat melakukan cetak sawah yang telah tidur ± 20 tahun. Jika ada yang menanam padi ladang setiap tahunnya hanya kurang lebih 10 ha saja, sementara luas sawah yang potensial ± 300 ha, dan pada tahun 2017 telah siap tanam ± 50 ha dengan menggunakan dana anggaran desa, demikian disampaikan oleh petinggi Kampung Jambuk, Syahril.

Keinginan merubah dari kebiasaan petani lokal dari ladang berpindah-pindah mejadi pola ladang menetap perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak. Demikian pula sistem budaya huma yang subsisten/tradisional dengan cara tebas-tebang-bakar-tanam-tinggal perlu dirubah menjadi komersial dengan mengikuti teknik budidaya yang dianjurkan.

Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim (DR. Muhammad Amin), pada Acara Tanam Bersama di Bongan

Keterbatasan pemahaman masyarakat lokal dalam hal budidaya padi khususnya menjadi perhatian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kalimantan Timur. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim (DR. Muhammad Amin), Acara Tanam Bersama bertujuan untuk mensuport pengembangan program UPSUS PAJALE sekaligus memberikan semangat dan perhatian serius kepada para petani agar program Kementerian Pertanian dalam mensukseskan swasemabada Pangan di Kaltim dapat terwujud.

Disamping itu BPTP Balitbangtan Kaltim juga siap memberikan dukungan pendampingan terkait dengan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh petani.  Pada acara tersebut Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim menyerahkan bantuan benih Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Inpago 5 dan Varietas Unggul Lokal Kaltim beserta satu paket pengendalian hayati. Varietas Inpago 5 merupakan varietas amfibi yang dirilis oleh Balitbangtan. Disebut amfibi karena dapat tumbuh pada agroekosistem lahan kering dan lahan basah dengan potensi hasil 6,2 ton/ha. Selain itu memiliki tekstur nasi sangat pulen, hal ini sesuai dengan selera masyarakat di Kaltim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com