Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini53
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9689
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608449

Online (20 menit yang lalu): 7
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
"Kecap Vs Doenjang", Pasca Panen Kedelai Tak Lekang Waktu PDF Cetak E-mail
Oleh Ekayujaya   
Sabtu, 07 Oktober 2017 08:26

Kedelai adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang memiliki manfaat sangat baik untuk kesehatan tubuh, hal itu dikarenakan kedelai memiliki kandungan karbohidrat, serat, vitamin E, K, dan asam lemak essensial, serta lisin (asam amino) yang baik untuk tubuh. Bahkan saat ini kedelai merupakan salah satu komoditas stategis yang tengan ditingkatkan produksinya melalui program UPSUS (Upaya Khusus).

Kedelai merupakan salah satu tanaman yang cukup populer dalam dunia kuliner. Banyak makanan yang berbahan dasar kedelai. Bahkan kehadiran kedelai bisa menjadikan suatu makanan menjadi begitu "khas". Beberapa bahan dasar masakan yang berasal dari kacang kedelai diantaranya : tauco dan kecap (bahan masakan dari Indonesia), miso dan natto (bahan masakan dari Jepang), ganjang dan doenjang (bahan masakan dari Korea). Bahan masakan tersebut merupakan bentuk olahan pasca panen kedelai yang telah ada sejak dulu, berikut beberapa bentuk pengolahan kedelai yang akan dibuat sebagai bahan masakan.

Ganjang dibuat dari kedelai yang sudah matang, direndam air selama 24 jam lalu direbus dan ditumbuk sampai halus. Pasta kedelai halus dibentuk menjadi kotak-kotak atau bulat yang dinamakan mejubap atau meju, lalu dikeringkan di tempat sejuk selama satu minggu. Meju diikat dengan jerami dan digantung di teras rumah selama 40 hari.

Saat kering, jerami dibuka dan meju disimpan di tempat penyimpanan hangat agar dapat berfermentasi. Saat proses fermentasi selesai, meju dimasukkan ke dalam tempayan berisi air garam. Takaran g

aram yang cukup diindikasikan dengan meju yang mengambang di permukaan. Setelah beberapa waktu, meju dan air garam akan berfermentasi menciptakan warna coklat gelap, yang dinamakan ganjang (kecap asin).

Meju fermentasi ini dinamakan doenjang dan dipisahkan dari ganjang. Ganjang direbus dan disimpan lagi dalam tempayan besar di jangokdae, tempat di pekarangan rumah dimana tempayan-tempayan berisi meju dan saus disimpan. Jangdokdae dibuat sedikit tinggi agar menerima cahaya matahari secara langsung.

Adapun kecap merupakan hasil fermentasi biji kedelai didalam larutan garam. Rasa manis atau asin pada kecap berbeda dengan rasa asin dan manis yang diberikan oleh gula dan garam, karena telah melalui proses fermentasi. kecap asin terbaik "dibuat dengan cara memasak kedelai hingga empuk, kemudian menambahkan sejumlah gandum atau jelai, dan membiarkannya difermentasi; kemudian garam dan air ditambahkan ke dalamnya, dan dibiarkan dua hingga tiga bulan sampai airnya ditiriskan.

Lamanya masa fermentasi kecap itulah yang menjadi penentu lamanya kecap bisa bertahan dalam suhu ruang.

Dua olahan diatas hanyalah sebagian kecil dari berbagai olahan pasca panen kedelai sebagai bahan dasar masakan. Olahan yang tidak hanya bisa meningkatkan nilai ekonomis kedelai, melainkan juga bisa mendorong tumbuhnya industri non pertanian yang menunjang industri pertanian dan industri lainnya. Semuanya itu pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani, karena menghindari petani dari kerugian di musim panen raya akibat menjual hasil panen secara langsung (tanpa proses pengolahan). *dari berbagai sumber.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com