Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini555
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4571
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11470
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143025

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Masyarakat Perbatasan (Apau Kayan) Antusias Menerima Inovasi Teknologi Pertanian BPTP Kaltim PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dadang RR   
Rabu, 04 Oktober 2017 14:47

Masyarakat daerah perbatasan di Kabupaten Malinau antusias menerima inovasi pertanian dari BPTP Kaltim. Hal ini terlihat pada saat kegiatan “Tanam Bersama dan Diskusi Lapang” yang dilaksanakan pada tanggal 20 September 2017 lalu dengan dihadiri oleh Camat Kayan Selatan, Ketua Adat, tokoh Masyarakat, kepala desa dan petani desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan.  Pada acara diskusi sebagai rangkaian acara Tanam Bersama tersebut, terlihat bahwa masyarakat Desa Long Ampung, kecamatan Kayan Selayan di Kabupaten Malinau mempunyai respon dan semangat yang tinggi terhadap berbagai inovasi teknologi yang disampaikan BPTP Balitbangtan Kaltim.

Desa Long Ampung terletak pada koordinat 1o 42’ 16” dan 114o 55’ 53” E  sebagai Desa Perbatasan yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Kayan Selatan - Kebupaten Malinau. Luas wilayah Kecamatan Kayan Selatan adalah 3.138,6 Km2 (7,83%) dari luas kab.Malinau. Sebagai gambaran bahwa sebagian besar (58,47%) wilayah Kab. Malinau merupakan daerah dataran tinggi yaitu antara 700 - 1.000 meter DPL.  Desa Long Ampung, di Kecamatan Kayan Selayan sebagai salah satu desa yang terletak di dataran tertinggi tersebut, yaitu pada ketinggian 844 meter DPL. Karakteristik lahan di wilayah ini pada umumnya adalah bergelombang, dan sebagian besar berbukit hingga terjal, oleh sebab itu pada umumnya lahan usaha tani penduduk di wilyah ini adalah lahan kering.  Wilayah  yang terletak di dataran tinggi ini dikenal masyarakat setempat dengan nama “Apau kayan” yang artinya Tanah Dataran Tinggi Kayan. Penduduk asli Desa Long Ampung merupakan suku “Dayak Kenyah” yang merupakan salah rumpun suku dayak dengan populasi cukup besar yang ada di Kabupaten Malinau.

Adapun permasalahan umumnya wilayah perbatasan adalah minimnya prasarana dan sarana jalan darat, yang bisa menghubungngkan wilayah perbatasan dengan ibukota kabupaten. Jarak Desa Long Ampung dari ibukota kabupaten adalah 280 KM, sehingga untuk sarana transportasi Desa Long Ampung dan desa lainnya di wilayah  “Apau Kayan”  sementara ini hanya dapat menggunakan pesawat perintis jenis “caravan”  atau “Chesna” dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.  Jalan darat alternative dapat ditempuh melalui kabupaten lain  yaitu (Mahakam Hulu). Perjalanan hanya dapat dilalui jika musim kemarau dengan melewati jalan perusahaan dengan kondisi jalan berbukit-bukit, tanjakan dan turunan yang tinggi, tanah berlumpur, serta jembatan darurat untuk menyeberangi sungai-sungai kecil. Jika kondisi normal kering bisa ditempuh 3-4 hari perjalanan dengan mengggunakan kendaraan khusus lapangan/Jeep (garden ganda).

Dalam rangka mendukung pengembangan wilayah perbatasan RI, maka Kementerian Pertanian telah mencanangkan pengembangan lumbung pangan untuk wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. BPTP Kaltim selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Pertanian telah melaksanakan kegiatan pendampingan dalam bentuk kegiatan “Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan” di Desa Long Ampung Kecamatan Kayan Selatan Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Salah satu Desa yang menjadi lokasi pendampingan kegiatan “Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan”  oleh BPTP Kaltim adalah desa Long Ampung di kabupaten Malinau, Proivinsi Kaltara. Model pengembangan usahatani untuk wilayah perbatasan akan dilaksanakan dalam bentuk “Pengembangan Komoditas Strategis yang berbasis Organik”.  Selain komoditas startegis padi, jagung dan kedelai yang akan dikembangkan, komoditas lain yang menjadi pilihan petani antara lain kakao dan lada. Pemilihan komoditas dengan memperhatikan karakteristik lokal wilayah pengembangan yang pada umumnya diusahakan oleh penduduk lokal (Kalimantan).

Sebagai pelaksanaan awal pendampingan BPTP Kaltim dalam kegiatan “Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan” telah dilaksanakan kegiatan :

-      pengembangan padi lokal dan padi Inpago 5 dan Inpago 8

-      introduksi kedelai varietas unggul Grobogan

-      model pertanaman sistem jajar legowo

-      teknologi pupuk hayati : Agrofit dan Agrimeth

Dengan dukungan teknologi inovasi pertanian Balitbangtan dan sinergi yang harmonis dengan penduduk dan pemerintah daerah setempat ke depan daerah perbatasan dapat menjadi “Lumbung Pangan Perbatasan”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com