Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini52
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini52
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9688
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608448

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Analisis Kelayakan Perubahan Teknologi PDF Cetak E-mail
Oleh Dhyani NP   
Rabu, 20 September 2017 12:25

Penelitian terhadap kelayakan penerapan teknologi difokuskan pada pengkajian ex-post dengan pendekatan yang digunakan before and after atau bisa menggunakan menerapkan atau tidak menerapkan.

Kelayakan penerapan teknologi baru terhadap pendapatan dapat di analisis dengan membandingkan antara rata-rata pendapatan usahatani sebelum dan sesudah menerapkan teknologi baru dengan pendekatan partial budgeting analysis.  Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR) dapat digunakan untuk mengukur kelayakan teknologi baru/introduksi dibandingkan dengan teknologi petani (FAO, 2003; Swastika, 2004; Malian, 2004) yang dapat diformulasikan sebagai berikut :

dimana :  I    =   Teknologi introduksi

P   =   Teknologi petani

Secara teoritis, keputusan mengadopsi teknologi baru layak dilakukan jika MBCR >1. Artinya, tambahan penerimaan yang diperoleh dari penerapan teknologibaru harus lebih besar daripada tambahan biaya (Malian, 2004).

Contoh kasus adalah introduksi fattening pada sapi potong. Tabel 1 menunjukkan dengan menggunakan teknologi rekomendasi peternak mendapat tambahan keuntungan Rp 6.790.000/ha/musim atau meningkat 41,28 persen.  Biaya produksi dan penerimaan antara teknologi introduksi dan existing dapat diketahui bahwa teknologi introduksi mengurangi biaya produksi Rp 595.000 namun memberikan tambahan penerimaan Rp 10.095.000/6 bulan atau Rp 1.682.000/bulan.

Tabel 1.  Analisis Parsial Teknologi Fattening Per 5 Ekor Sapi

No.

Uraian

Biaya (Rp)

Kooperator

Non Kooperator

a.

Pengeluaran

 

-

 

Biaya Tetap

 

 

1.

Penyusutan kandang

90.000

90.000

2.

Rumput

4.500.000

5.600.000

 

Biaya tidak tetap

 

 

1.

Bibit sapi

30.000.000

30.000.000

2.

Obat obatan

80.000

50.000

3.

Dedak

1.600.000

1.325.000

4.

Garam

15.000

15.000

5.

Tenaga kerja

2.200.000

2.000.000

 

 

38.485.000

39.080.000

b.

Penerimaan

 

 

1.

Sapi

55.000.000

50.000.000

2.

Pupuk kandang + bio urine

4.500.000

-

 

 

59.500.000

50.000.000

c.

Keuntungan

 

 

 

Penerimaan-Pengeluaran

21.015.000

10.920.000

 

Penerimaan per  bulan

3.502.500

1.820.000

 

R/C

1,55

1,28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil analisis pada Tabel 2 menunjukkan bahwa perubahan teknologi menghasilkan tambahan penerimaan bagi petani sebesar Rp 10.095.000. Angka marginal B/C dari perubahan teknologi tersebut adalah sebesar 16,67 yang menunjukkan bahwa tiap Rp 1,00 pengurangan biaya yang disebabkan perubahan teknologi menyebabkan diperolehnya tambahan penerimaan sebesar Rp 16,67 (lebih dari enam belas kali lipat).  Ini berarti bahwa perubahan teknologi sangat layak untuk dilakukan.

Tabel 2.  Analisis Parsial Perubahan Teknologi Fattening (per 6 bulan)

No

Losses

Jumlah (Rp)

Gains

Jumlah (Rp)

1.

2.

3.

4.

Tambahan biaya rumput

Tambahan biaya obat-obatan

Tambahan biaya dedak

Tambahan biaya tenaga kerja

- 1.100.000

30.000

275.000

200.000

Tambahan penerimaan untuk kenaikan produksi

10.095.000

 

Total Losses

595.000

Total Gains

10.095.000

Tambahan Keuntungan (Rp 10.095.000 - Rp 595.000) = Rp 9.500.000

Marginal B/C = (Total Gains) : (Total Losses) = 16,97

Malian, A.H. 2004. Analisis Ekonomi Usahatani dan Kelayakan Finansial Teknologi pada Skala Pengkajian. Makalah Disajikan dalam Pelatihan Analisa Finansial dan Ekonomi bagi Pengembangan Sistem dan Usahatani Agribisnis Wilayah, Bogor, 29 November – 9 Desember 2004. Puslitbang Sosial Ekonomi  Pertanian. Bogor.

Swastika, D.K.S. 2004. Beberapa Teknik Analisis Dalam Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol 7 Nomor 1. Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. hal 90 – 103.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com