Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini48
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9684
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608444

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Mandong, Spesies Durian Baru Asal Kalimantan PDF Cetak E-mail
Oleh Fitri H   
Senin, 18 September 2017 06:47

Variasi buah mandong (dok. oleh Santoso dan Priyono, 2015)

Pulau Kalimantan yang meliputi wilayah Sabah dan Serawak (Malaysia), Brunei, dan Kalimantan (Indonesia) merupakan salah satu pusat asal dan keragaman kerabat durian. Sampai saat ini di pulau Kalimantan telah ditemukan 22 spesies durian, di mana spesies terakhir yang ditemukan adalah Durio connatus yang dikenal dengan nama lokal mandong (Kaltim), apun (Kalbar), dan mantoala/mantuala/barabah (Kalsel).

Sebelum dikelompokkan dalam spesies tersendiri, D. conatus (mandong) sering dimasukkan sebagai bagian dari spesies Durio kutejensis (lai) karena memiliki daun dan bunga yang berukuran besar seperti lai. Umumnya masyarakat di Kaltim menggunakan istilah mandong untuk menyebut bentuk antara lai dan durian, karena karakter morfologi mandong memang merupakan perpaduan antara Durio zibethinus (durian) dan Durio kutejensis (lai). Mandong memiliki daun yang berukuran cukup besar, lebih besar dari daun durian namun lebih kecil dari daun lai, begitu juga dengan ukuran bunganya. Bunga mandong berwarna merah muda, sementara bunga durian berwarna putih dan bunga lai berwarna merah.

Buah mandong beraroma lembut dengan rasa manis dan tekstur kering. Bentuk buah mandong bervariasi, namun umumnya relatif lonjong dengan warna daging buah bervariasi antara kuning sampai dengan oranye. Seperti hal nya lai, buah mandong perlu diperam selama 4-5 hari sebelum matang, sehingga masa simpan buah setelah panen menjadi lebih lama yaitu sekitar 7-10 hari.

Durio connatus pertama kali dideskripsikan sebagai spesies baru oleh Priyanti et al (2016). Tinggi pohon berkisar antara 9-33 m dengan diameter batang 67 cm. kulit batang berwarna abu-abu atau coklat. Panjang tangkai daun antara 2.8-3.5 mm dengan tebal 2.6-3 mm, menggembung di bagian ujung. Helaian daun berbentuk oblong, ovate, atau obovate-lanceolate dengan pangkal daun berbentuk obtuse atau acute, dan ujung daun berbentuk acuminate atau caudate. Permukaan daun bagian atas bertekstur halus, sedangkan permukaan bagian bawah tertutup sisik yang padat. Bunga terdapat pada cabang primer atau sekunder, 5-10 bunga per kelompok, dengan mahkota bunga berwarna merah muda. Buah berbentuk oblong, mudah dikupas saat masih mentah (sebelum dipanen), dengan panjang 20-35 cm dan diameter 17-29 cm. Kulit buah matang berwarna hijau kekuningan sampai kuning gelap. Panjang tangkai buah 2.5-4.2 cm dengan diameter 1-2 cm. Duri buah berbentuk pyramidal dan pointed convex, tajam, dengan panjang 1-1.4 cm. Biji berbentuk oblong, berwarna coklat, berkilau, dengan panjang 2.2-3.5 cm dan lebar 1.8-2.1 cm. Daging buah lembut, berwarna kuning sampai oranye, berair sampai kering, rasa manis sampai sangat manis, menutupi seluruh permukaan biji dengan tebal 3-11 mm.

D. conatus memiliki kemiripan dengan D. kutejensis pada tiga karakter morfologi yaitu bentuk daun, bentuk buah dan warna daging buah. Sementara perbedaan antara kedua spesies tersebut terutama terletak pada beberapa karakter bunga dan kemudahan buah dikupas saat masih mentah (sebelum dipanen). Perbandingan karakter morfologi antara D. conatus dengan D. kutejensis ditampilkan pada tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan D. connatus dan D. kutejensis

Karakter

D. connatus

D. kutejensis

Pola percabangan

Erect, intermediate, spreading

Erect, intermediate, spreading

Bentuk daun

Oblong, ovate, obovate-lanceolate

Oblong, obovate-lanceolate

Ukuran daun

Panjang : 23,7 - 32 cm

Lebar     : 8,2 - 12,2 cm

Panjang : 28 - 41,5 cm

Lebar     : 10 - 26 cm

Bentuk petal (mahkota bunga)

Broadly spatulate

Broadly spatulate

Ukuran petal (mahkota bunga)

Panjang : 5 - 6 cm

Lebar     : 3,6 - 4 cm

Panjang : 7 - 10 cm

Lebar     : 1,5 – 3,5 cm

Warna petal (mahkota bunga)

Bagian luar merah muda,

Bagian dalam merah muda atau kemerahan

Bagian luar merah,

Bagian dalam merah cerah

Struktur stamen (benang sari)

Connate at base in 5 phalanges, branched 0,9-1,2 cm from base

All free at base

Warna filament (tangkai sari)

Merah muda

Merah

Persistence of stamen

Caduceus

persistent

Bentuk buah matang

Oblong

Oblong, ovoid, globose, pentangular

Warna kulit buah

Hijau kekuningan sampai kuning tua

Hijau kekuningan sampai oranye

Kemudahan dikupas (buah mentah)

Mudah

Sulit

Ketajaman duri buah

Tajam

Tumpul

Tekstur daging buah

Lembut

Lembut sampai keras/renyah

Warna daging buah

Kuning – oranye

Kuning - oranye

Rasa daging buah

Manis seperti durian

Manis seperti pepaya

Sumber : Priyanti et al, 2016

 

Penampakan daun, bunga, dan buah mandong (dok. oleh Santoso dan Priyono, 2015)

Penampakan daun, bunga, dan buah mandong (dok. oleh Santoso dan Priyono, 2015)

Penampakan bunga dan buah mentah mandong (dok. oleh Priyanti et al, 2016)

Penampakan bunga dan buah mentah mandong (dok. oleh Priyanti et al, 2016)

 

 

Referensi :

Priyanti, Chikmawati T, Sobir, Hartana A. 2016. Durio connatus (Malvaceae), a new species from Kalimantan, Indonesia. Phytotaxa 272 (3) : 215-219

Santoso PJ, Priyono A. 2015. Potensi dan status pengembangan tiga kerabat durian : lai, mandong dan kerantungan. Iptek Hortikultura No.11 Agustus 2015

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com