Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini53
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9689
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608449

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Pengendalian Ulat Buah Pada Terong PDF Cetak E-mail
Oleh Wawan Banu P.   
Jumat, 08 September 2017 17:13

Terong (Solanum melongena L.), merupakan salah satu dari sepuluh tanaman sayuran penting di dunia. Terong mudah beradaptasi pada keadaan curah hujan dan temperatur tinggi serta merupakan salah satu tanaman yang dapat berproduksi tinggi pada lingkungan basah dan panas. Tanaman terong mengandung nutrisi seperti serat, asam askorbit, Vitamin K, Vitamin B6, asam pantotenik, potasium, besi, mangan, pospor, dan tembaga. Nutrisi yang terdapat pada terong mempunyai kontribusi sebagai makanan tambahan terutama pada saat ketersediaan sayuran lain terbatas.

Kendala utama dalam meningkatkan produksi tanaman terong di daerah tropis adalah serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit ini berperan langsung maupun tidak langsung pada pertanaman terong sehingga menurunkan produksi. Hama utama yang menyerang tanaman terong yaitu penggerek pucuk dan buah terong, wereng daun, kutu putih (whitefly), trips, aphid, kumbang lembing, penggerek batang, dan tungau merah.

Salah satu hama yang dijumpai pada budidaya terong di lokasi Tanam Teknologi Pertanian (TTP) Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara adalah Ulat Buah (Helicoverpa armigera hubn).Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.Hama ini menyerang buah baik itu muda atau tua yang mengakibatkan buah akan berlubang lalu busuk dibagian dalamnya. Kerusakan yang terjadi di petani dengan perbandingan 80 : 1 artinya dalam 80 kg hasil panen terdapat kurang lebih 1 kg terong yang rusak oleh hama ini.

 

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mengumpulkan dan  membuang atau memusnahkan buah yang terserang dan melakukan sanitasi lahan dengan baik, melakukan pergiliran tanaman atau bisa juga dengan memasang perangkap cahaya (light trap) untuk mengendalikan serangga dewasa. Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan melakukan penyemprotan buah apabila terdapat kelompok telur atau larva muda dengan insektisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.Petani di TTP menggunakan insektisida dengan bahan aktif emamektin benzoat 5%.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com