Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini48
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9684
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608444

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Cara Mudah Mengetahui Kematangan Buah PDF Cetak E-mail
Oleh Afrilia   
Sabtu, 26 Agustus 2017 06:54

Buah masak pada umumnya tidak lagi keras melainkan relatif  lunakyang biasa di ukur dengan hardness tester . Pelunakan terjadi karena terjadi penurunan tekanan turgor pada dinding sel akibat terbongkarnya timbunan pektin di dinding sel matriks (parenkim) buah atau bagiannya yang dikonsumsi.

Kemasaman buah yang ranum biasanya menurun karena terjadi perombakan berbagai polisakarida dan asam-asam organik, digantikan oleh penimbunan monosakarida dan oligosakarida pada parenkim buah. Karena itu, banyak buah masak yang memiliki rasa manis.

Buah ranum juga dapat disertai dengan aroma yang khas dan dapat menjadi penciri dalam menentukan tingkat kematangan buah. Aroma bersifat sebagai pemikat hewan penyebar (sebagaimana bunga, yang melepaskan aroma sebagai pemikat hewan penyerbuk). Aroma khas berasal dari terlepasnya berbagai senyawa aromatik, biasanya merupakan hasil perombakan senyawa golongan fenol atau isoprenoid.


Keranuman atau kematangan, dalam biologi, adalah keadaan morfologi dan fisiologi tertentu pada buah yang memungkinkannya dapat dikonsumsi atau siap untuk menjalankan fungsi reproduksinya. Istilah “kematangan” juga berarti mencapai kondisi dewasa, yang siap untuk bereproduksi atau menjalankan fungsi fisiologi secara maksimal. Dalam dunia boga/kuliner, kematangan berarti kondisi masakan yang telah siap dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan tertentu. Kata “peranuman” atau “pematangan” menunjuk pada prosesnya, sedangkan kata “ranum” dan “matang” merujuk pada sifatnya (adjektiva). Morfologi buah yang ranum secara umum dapat dilihat dari warna, kekerasan, rasa (kandungan bahan kimia), dan aroma.

Warna buah ranum biasanya tidak lagi hijau tetapi kuning, merah, atau ungu. Hal ini terjadi karena pada permukaan buah terjadi perombakan (degradasi) klorofil dan meningkatnya pembentukan pigmen tumbuhan lain dari golongan senyawa fenol (misalnya warna merah dan ungu dari antosianin) dan golongan isoprenoid (misalnya jingga dari karotenoid, merah-jingga dari likopena, dan kuning dari xantin).

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.

Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati.

Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi.

 

Dikutip dari berbagai sumber

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com