Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini563
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4579
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11478
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143033

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Budidaya Kedelai Spesifik Lokasi di Kalimantan Timur PDF Cetak E-mail
Oleh Fitri H   
Rabu, 23 Agustus 2017 07:17

Kedelai merupakan tanaman pangan yang memiliki peran sangat penting karena fungsinya yang strategis sebagai sumber protein nabati, bahan pakan ternak, dan bahan baku olahan industri. Di Indonesia kedelai merupakan bahan pangan utama setelah padi dan jagung. Berkembangnya berbagai produk olahan kedelai dan berkembangnya industry pakan menyebabkan permintaan kedelai selalu meningkat dari tahun ke tahun. Namun kenaikan permintaan biji kedelai ternyata tidak dapat diimbangi oleh kenaikan produksi di dalam negeri sehingga kekurangannya harus impor. Di Kaltim, usahatani kedelai umumnya dilaksanakan di lahan pasang surut atau di lahan kering yang bersifat masam sehingga produktivitasnya relative rendah karena kondisi lahan usahatani yang memiliki banyak factor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Namun dengan pengelolaan dan aplikasi teknologi yang tepat maka peluang keberhasilan usahatani kedelai di lahan-lahan marginal tersebut cukup tinggi.

Lahan sub optimal seperti lahan kering masam atau lahan pasang surut secara alamiah memiliki produktivitas rendah terutama bagi tanaman semusim seperti kedelai. Teknologi pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah utama merupakan prasyarat keberhasilan penerapan inovasi teknologi budidaya lainnya untuk mencapai produktivitas kedelai yang tinggi. Teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan lahan untuk tanaman kedelai meliputi konservasi tanah, pengelolaan air, ameliorasi dan pengelolaan bahan organik, serta pengelolaan hara.

Konservasi tanah mutlak diperlukan jika memanfaatkan lahan kering masam berlereng. Tujuannya untuk mencegah erosi tanpa menurunkan produktivitas, bisa dengan cara budidaya lorong, penggunaan penutup tanah, strip rumput, dan olah tanah konservasi. Pengelolaan air perlu dilakukan untuk menghindari kelembaban tanah yang berlebihan dan genangan saat musim hujan. Ameliorasi atau penambahan bahan pembenah tanah perlu dilakukan untuk menaikkan pH tanah yang cenderung rendah agar akar tanaman dapat berkembang dan berfungsi dengan baik. Amelioran yang digunakan adalah kapur pertanian atau kapur dolomit. Bahan pembenah tanah yang lain adalah bahan organik, baik kompos, pupuk kandang maupun pupuk hijau, untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.

Pengelolaan hara yang tepat untuk diterapkan dalam usaha tani kedelai adalah konsep pengelolaan hara terpadu dengan memanfaatkan pupuk organik, pupuk anorganik dan pupuk hayati secara sinergis sehingga kesuburan tanah meningkat dan dapat dipertahankan dalam jangka waktu lama (berkelanjutan). Pupuk anorganik diberikan berdasarkan ketersediaannya di dalam tanah dan kebutuhan tanaman (berdasarkan uji tanah) disertai dengan pemberian bahan organic dan pupuk hayati. Penggunaan bahan organic dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan hasil tanaman, Sementara pupuk hayati (bio fertilizer) berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan peranan mikroba tanah dalam menyediakan hara bagi tanaman.

Varietas unggul merupakan komponen teknologi budidaya tanaman yang sangat mudah diadopsi oleh petani. Sampai tahun 2016, Balitbangtan telah melepas puluhan varietas unggul kedelai. Pemilihan varietas yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi agroekologi setempat, dengan karakter-karakter (ukuran biji, warna kulit biji, kandungan, dll) yang sesuai dengan preferensi petani/ pasar. Varietas kedelai yang adaptif di lahan kering masam umumnya memiliki karakter toleran kemasaman tanah, toleran kekeringan, dan sifat-sifat agronomis yang baik (tanaman kokoh, tinggi, tidak mudah rebah, polong lebat dan tidak mudah pecah, ukuran biji sedang/ besar). Namun pada umumnya, varietas unggul kedelai yang telah dilepas memiliki jangkauan daya adaptasi yang baik pada seluruh tipe lahan. Beberapa varietas unggul baru kedelai yang pernah diujicoba dan terbukti adaptif di lahan kering masam di Kaltim adalah Anjasmoro, Grobogan, Burangrang, Argomulyo, Wilis, Panderman, danTanggamus.

Pemilihan varietas unggul adaptif berpotensi hasil tinggi yang diikuti penggunaan benih bermutu tinggi merupakan penunjang utama keberhasilan usaha tani kedelai. Benih yang murni dan bermutu tinggi merupakan syarat mutlak dalam budidaya kedelai untuk mencapai populasi tanaman optimal (400.000-500.000 tanaman/ha) dan pertumbuhan yang seragam. Benih harus murni, sehat, bebas penyakit, bernas, bersih dari kotoran dengan daya tumbuh >90% dan sebaiknya menggunakan benih berlabel dari penangkar benih.

Penanaman kedelai di lahan kering biasanya dilakukan pada bulan April/ Mei (akhir musim hujan) karena kedelai menghendaki air yang cukup di awal pertumbuhannya, dan dipanen saat curah hujan rendah (musim kemarau). Penanaman yang terlambat akan menyebabkan tanaman rentan mengalami kekeringan dan serangan hama penyakit. Penanaman kedelai di lahan kering umumnya tanpa olah tanah atau olah tanah minimum. Jika penanaman dilakukan saat curah hujan masih cukup tinggi, perlu dibuat parit/ saluran drainase dengan jarak antar saluran sekitar 4m. Bahan pembenah tanah disebar merata saat pengolahan tanah, atau disebar di sepanjang alur baris tanaman.

Kebutuhan benih tergantung pada populasi tanaman per hektar (jarak tanam) dan ukuran benih dari varietas yang ditanam. Untuk benih ukuran kecil kebutuhannya sekitar 40 kg/ha, ukuran sedang sekitar 50 kg/ha dan ukuran besar sekitar 60 kg/ha. Jika benih berasal dari daerah endemic lalat bibit, sebelum ditanam benih diberi perlakuan dengan insektisida karbosulfan dengan takaran 5-19 gram per kg benih. Penanaman benih kedelai dilakukan dengan cara tugal pada jarak tanam 40x15 cm atau menyesuaikan dengan kondisi lahan. Di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, kedelai ditanam pada jarak 40x40 cm karena tanahnya yang subur sehingga tajuk tanaman dapat tumbuh sangat tinggi.

Lahan kering pada umumnya miskin unsure hara sehingga pemupukan mutlak diperlukan. Agar efektif, pupuk sebaiknya diberikan berdasarkan status hara tanah (uji tanah) dan kebutuhan tanaman. Pupuk P (SP36) diperlukan dalam dosis 150 kg/ha (status hara rendah), 100 kg/ha (sedang) atau 50 kg/ha (tinggi). Pupuk K (KCl) diberikan dengan dosis 100 kg/ha (status hara rendah), 75 kg/ha (sedang) atau 50 kg/ha (tinggi). Pupuk N juga diperlukan sebagai starter penyediaan N dengan dosis 30-50 kg urea/ha tergantung kadar N tanah.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com