Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini559
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4575
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11474
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143029

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Keunggulan Jagung BIMA 19-20 URI Balitbangtan PDF Cetak E-mail
Oleh Sundari   
Senin, 21 Agustus 2017 16:20

Jagung merupakan bahan pangan utama kedua setelah beras. Sebagai sumber karbohidrat, jagung mempunyai manfaat yang cukup banyak  antara lain sebagai bahan pakan dan bahan baku industri. Penggunaan jagung sebagai bahan baku dan pakan terus mengalami peningkatan sementara ketersediaannya terbatas. Untuk itu, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi melalui perluasan areal penanaman dan peningkatan produktivitas. Salah satu cara untuk mengatasi rendahnya produktivitas jagung yaitu dengan perbaikan varietas.

Pemerintah memberikan prioritas yang tinggi terhadap upaya peningkatan produksi tanaman pangan. Di sisi lain, kendala dan masalah yang dihadapi selain konversi lahan pertanian untuk non pertanian yang belum dapat dibendung sepenuhnya, perubahan iklim sudah menjadi ancaman dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan. Oleh sebab itu Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian telah menghasilkan varietas unggul baru jagung untuk menghadapi ancaman kekeringan. Salah satu varietas unggul baru jagung toleran kekeringan adalah varietas jagung hibrida BIMA 19 dan jagung BIMA 20 URI, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah melepas varietas unggul baru (VUB) jagung hibrida BIMA 19-20 URI (URI = Untuk Rakyat Indonesia) pada tahun 2013.


Penerapan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya peningkatan pendapatan petani.

Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui BPTP yaitu penggunaan benih unggul jagung hibrida Bima 19-URI dan Bima 20-URI. Pemerintah daerah berharap, dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh BPTP, masyarakat tani dapat mengadopsi inovasi teknologi dalam melaksanakan aktivitas usaha taninya sehari-hari sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan.

Peran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sangat besar dalam mensukseskan keberhasilan program tersebut antara lain dalam hal pendampingan teknologi, penyediaan benih jagung hibrida. Selama ini jagung hibrida yang banyak beredar di  masyarakat adalah jagung dari swasta, seperti Bisi, Pioner, Nurtanio dan lainnya.

Deskripsi Tanaman Bima 19-20 URI

  • Hasil persilangan antara hibrida silang tunggal G193//Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan (G193/Mr14 x Nei9008P) Bima URI 19.
  • Hasil persilangan antara hibrida silang  tunggal G180//Mr14 sebagai tetua betina dengan galur murni Nei9008P sebagai tetua jantan (G180/Mr14 x Nei9008P) BIMA URI 20
  • tanam (50% keluar rambut) dan 102 hari setelah tanam (masak fisiologis) dengan tinggi tanaman 213 cm
  • Batang berdiameter : + 2,2 cm bentuk bulat, ukuran tongkol panjang + 17,9 cm
  • Kelobot : Menutup dengan baik.
  • Tipe/Warna :Mutiara/Kuning Orange
  • Baris Biji : Silindris
  • Jumla baris/tongkol : 14 – 16
  • Bobot 1000 biji : + 339 gram
  • Pipilan kering pada KA 15%
  • Kandungan karbohidrat 58-60%

Kadungan protein 15,41% dan kandungan lemak 11, 98%

Keunggulan jagung hibrida Bima 19-20 URI

Potensi hasil tinggi 12,5 t/ha, tahan terhadap penyakit bulai, toleran penyakit karat dan bercak daun, toleran kekeringan, tahan rebah akar/batang serta stay green.

Varietas ini lebih menguntungkan jika ditanam pada lahan sawah atau tadah hujan pada musim kemarau di lahan sawah atau lahan kering. . Keragaan fisik tanaman BIMA 19-20 URI disukai oleh petani karena batangnya yang kokoh, besar dan berdaun lebar serta lebih lunak sehingga sangat disukai ternak sapi.

 

Pengembangan jagung varietas BIMA 19 URI ini sangat baik pertumbuhannya di wilayah rawa lebak, di lahan kering hasilnya mencapai 8-9 ton/ha, di rawa lebak hasilnya bisa mencapai 10 ton/ha akan tetapi untuk wilayah rawa lebak masih belum banyak berkembang.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com