Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini515
mod_vvisit_counterKemarin875
mod_vvisit_counterMinggu ini515
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6850
mod_vvisit_counterBulan ini14264
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145819

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 3.231.212.98
,
Hari ini: 15 Des, 2019
Cegah Pemotongan Betina Produktif (Sapi/Kerbau) Dinas Peternakan/BPTP Kaltim adakan Sosialisasi Di Kutai Timur PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sundari   
Jumat, 18 Agustus 2017 06:23

Tim SIWAB  BPTP Balitbangtan Kaltim bersama Dinas Pertenakan Propinsi  Kaltim, Polda Kaltim dan Polresta/ Babinsa serta Pengusaha Sapi dan para Jagal Kab. Sangata, melaksanakan Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Betina Produktif (Sapi/Kerbau) tingkat Kabupaten/Kota untuk mendukung kegiatan Upsus Siwab.

Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2017 di ruang aula Polresta Kabupaten Sangata. Acara  ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Drh. Usman dan sebagai moderator Kepala Bidang peternakan dan Kesehatan Hewan Mardi Suaibman, S.Pt.M.Si. Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian mengatakan Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengurangi angka pemotongan hewan betina produktif. Kab. Sangata merupakan daerah yang terbesar angka pemotongan hewan bahkan mencapai 10  ekor/hari.


Dalam Pertemuan Sosialisasi tersebut ada 2 materi yang disampaikan yang ke1 dari Dinas Peternakan Propinsi Kaltim dengan materi Kebijakan Pengendalian Pemotongan Betina Produktif yang diwakili oleh Yakob Pengedongan selaku Kepala Bidang Keswan, dalam paparannya menjelaskan mengenai masalah yang ada dilapangan antara lain: 1) menurunya sapi betina produktif hingga 20%,  2) peningkatan angka pemotongan hewan betina produktif di Indonesia mencapai 200 ekor/tahun ini disebabkan adanya ternak rumansia betina produktif yang pemotongannya tercatat dan tidak tercatat,3) banyaknya sapi yang masuk ke Kaltim langsung ke TPH. Kedepannya sapi yang datang ke Kaltim harus masuk dulu ke RPH dicatat dibuatkan surat SKSR baru ke TPH.

Kemudian dilanjutkan paparan yang ke-2 sebelum istirahat yaitu dari Kapolda Kalimantan Timur mengenai strategi operasional pencegahan pemotongan betina produktif dan dasar UU No. 18 tahun 2009 dan UUD No. 41 tahun 2014 tentang “Setiap orang yang memotong ternak Rumansia besar (Sapi/Kerbau) betina produktif dikenakan Sanksi berupa :

-       Kurungan Penjara 1 – 3 Tahun

-       Denda Rp. 100.000.000 – RP. 300.000.000

Selanjutnya Tim Siwab Balitangtan Kaltim beserta Tim Siwab Dinas Peternakan Kaltim Monev ke dinas Pertanian dan Peternakan Kutim. Monev mengenai Pelaporan Upsus Siwab Melalui ISIKHNAS dan dilanjutkan paparan dari bagian pelaporan Dinas Propinsi yang disampaikan oleh Ihyan. “ dalam pemaparannya iyan mengatakan data SKSR (Surat Keterangan Status Reproduksi) harus di falidasi juga ISRA. Dalam paparannya iyan mengatakan monitoring dan evaluasi wajib dilakukan karena hal ini menjadi salah satu keseriusan mewujudkan sasaran program UPSUS SIWAB di Kaltim.

Dengan diselenggarakannya sosialisasi pelaksanaan Sosialisasi Pengendalian Pemotongan Betina Produktif (Sapi/Kerbau) ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi kepada Tim Upsus Siwab dari Kab/Kota, pengusaha sapi dan para jagal-jagal mulai dari strategi operasional, kebijakan, hingga monitoring dan evaluasi serta pelaporan mengenai pelaksanaan Upsus Siwab di Kutai Timur.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com