Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini588
mod_vvisit_counterKemarin660
mod_vvisit_counterMinggu ini5059
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6072
mod_vvisit_counterBulan ini13968
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028760

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 3.227.10.125
,
Hari ini: 17 Agus, 2019
Ganyong, si pulen yang hampir terlupakan PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Selasa, 15 Agustus 2017 12:34

Ganyong atau Quennsland arrowroot merupakan tumbuhan semak berbatang basah (herbaceous) yang bersifat merumpun dan menahun. Masyarakat Indonesia mengenal ganyong dengan banyak nama daerah, diantaranya buah tasbih, ubi pikul, senitra, ganyal atau ganyol. Pada umumnya penanaman ganyong masih bersifat sambilan di lahan pekarangan baik secara tumpangsari atau ditanam di bawah pohon tahunan sebagai tanaman sela (intercropping).

Masyarakat Indonesia mengkonsumsi umbi ganyong sebagai nyamikan, misal dengan direbus (rasanya pulen kemanis-manisan). Dalam gerakan ketahanan pangan masyarakat pedesaan dan penganekaragaman (diversifikasi) pangan non beras, ganyong berpotensi besar untuk dimasyarakatkan mengingat saat ini kelestariannya semakin terancam karena tidak banyak lagi orang yang menanam dan mengkonsumsinya.

Produksi ganyong dapat mencapai 50 ton brangkasan atau 30 ton ubi per-hektar, sehingga dapat membantu menyediakan karbohidrat yang diperlukan penduduk. Ubi ganyong dapat diolah menjadi pati atau tepung. Produk pati atau tepung ganyong dapat dimanfaatkan dalam industri makanan, misal kue, makanan bayi, keripik, jenang (dodol), dan lain-lain. Dan karena ganyong tergolong rendah kalori di kelas umbi-umbian, maka ganyong sangat cocok bagi mereka yang ingin diet/ penurunan berat badan.


Tanaman ganyong mempunyai beberapa keunggulan untuk dibudidayakan secara intensif dan komersial. Tanaman ini tumbuh pada semua jenis tanah dan tempat terlindung, berfungsi sebagai penutup tanah, pengendali erosi, tanaman hias, sekaligus sebagai bahan pangan sumber karbohidrat.

Di alam terdapat dua jenis (species) ganyong. Perbedaan yang dapat diamati secara visual adalah ganyong putih (batang dan daun berwarna hijau, kulit umbi keputih-putihan) dan ganyong merah (daun berwarna hijau kemerah-merahan, urat daun merah keungu-unguan, batang berwarna merah gelap, dan kulit umbi putih kemerah-merahan).

Tanaman ganyong umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan umbi dan anakan. Kebutuhan bibit per-hektar lahan tergantung pada jarak tanam dan tingkat kesuburan tanah. Sedangkan untuk pengendalian hama (kutu daun, ulat daun) dan penyakit (karat daun, layu sclerotium, bercak daun) dapat dilakukan dengan memangkas bagian tanaman (daun) yang terserang berat atau pencabutan tanaman yang sakit serta sanitasi kebun dan penjarangan anakan agar tidak terlalu rimbun.

Dikutip dari berbagai sumber

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com