Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini52
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini52
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9688
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608448

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Si “Imut” Perusak Tanaman Cabai PDF Cetak E-mail
Oleh Wawan Banu P.   
Selasa, 11 Juli 2017 07:07

Kalau kita mendengar kata imut pasti yang terbayang adalah manis, lucu, kecil dan menggemaskan. Meskipun tidak berlaku untuk si imut ini tetapi sangat menggemaskan karena aktivitasnya yang sangat merugikan. Ada tiga sejoli yang sangat merugikan bagi petani terutama cabai yaitu  serangga dengan ukuran yang sangat kecil dapat dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop sehingga terbilang imut-imut. Ketiganya adalah Kutu Daun (Myzus persicae), Thrips (Thrips parvispinus), dan Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Hama ini menyerang tanaman cabai pada fase vegetatif mulai di pembibitan sampai fase generatif. Kerugian karena hama ini dapat menyebabkan gagal panen. Hama-hama ini merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun terutama pada pucuk tanaman sehingga tanaman yang terbentuk  daunnya mengeriting dan sulit membuka. Dampak langsung serangan hama Thrips (Thrips parvispinus), pada permukaan bawah daun berwarna keperak-perakan, daun mengeriting dan berbentuk keriput. Dampak tidak langsung, hama Thrips merupakan vektor virus penyebab penyakit keriting dan penyakit mozaik.

Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus) menyerang pada permukaan bawah daun dan menyebabkan daun mengeriting, daun menebal dan kaku, berubah warna menjadi tembaga/kecoklatan, terpuntir, terpuntir dan menyusut serta melengkung ke bawah. Pada serangan berat menyebabkan tunas dan bunga gugur.

Kutu daun persik (Myzus persicae) mempunyai tubuh berwarna kuning kehijauan, biasanya hama ini berkelompok di bawah daun. Gejala serangan hama pengisap ini juga sama dengan kedua hama pengisap di atas yaitu daun berwarna kekuningan, keriput dan terpuntir. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil pada serangan lebih lanjut dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati.

 

Gambar: Gejala serangan keriting pada tanaman cabai

Pengendalian :

Kultur Teknis

  • Penggunaan mulsa plastik
  • Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman sakit atau tempat menempel kutu
  • Membakar sisa jerami/mulsa yang dipakai selama musim pertanaman
  • Menggunakan bibit sehat

Fisik Mekanis

  • Penggunaan perangkap likat warna biru atau putih untuk hama Thrips (40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2 mulai umur 2 Mst
  • Pemasangan perangkap likat kuning 40 buah/ha untuk hama kutu, digantung setinggi 30 cm di atas tanaman
  • Menanam tanaman perangkap yaitu jagung di sekitar areal kebun

Hayati

  • Pemanfaatan musuh alami predator kumbang Coccinellidae
  • Pemanfaatan musuh alami predator  Amblyseius cucumeris
  • Agens hayati Beauveria bassiana

Kimiawi

  • Penggunaan insektisida yang efektif, terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian. Aplikasi dilakukan apabila serangan mencapai lebih atau sama dengan 15% per tanaman contoh.
  • Pengendalian juga dapat menggunakan pestisida nabati dari bahan Gadung (Diascorea hispida), lengkuas, serai, mimba, daun sirsak

Gejala Serangan pada tanaman cabai

Gejala Serangan hama tungau (kiri) dan serangan virus kuning pada tanaman terung (kanan) yang masih keluarga cabai (Solanaceae)


Kumbang Coccinelidae (kiri) predator thrips Amblyseius cucumeris

 

(Sumber: Planet Natural Research Center)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com