Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini48
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9684
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608444

Online (20 menit yang lalu): 8
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Tidak Selamanya Garam Berasal dari Laut, Dari Gunungpun Juga Ada PDF Cetak E-mail
Oleh Sriwulan PR   
Kamis, 22 Juni 2017 14:02

Kecamatan Krayan merupakan satu diantara kecamatan yang ada di kabupaten Nunukan yang terletak di bagian barat kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Serawak Malaysia yang mempunyai potensi sumber alam yang luar biasa. Sebagai pendapatan utama petani, selain tanaman padi Adan yang merupakan padi unggul organik dan penghasil beras terbesar di Kabupaten Nunukan yang banyak dipasarkan dan dikenal di negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam,   juga garam gunung sebagai usaha sampingan merupakan potensi yang tidak kalah pentingnya di kecamatan Krayan.

Selama ini orang beranggapan bahwa  garam berasal dari laut seperti dalam pepatah mengatakan garam di laut dan asam di gunung, tetapi tidak bagi warga masyarakat kecamatan Krayan kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, pepatah itu tidak berlaku karena di kecamatan Krayan terdapat 14 sumur air asin sebagai sumber air garam yang dapat digunakan sebagai bahan baku proses produksi garam konsumsi dengan jarak lokasi sumur satu dengan sumur yang lainnya cukup berjauhan, disamping itu lokasi kecamatan Krayan cukup jauh dari laut, dengan ketinggian wilayah sekitar 500-1000 mdpl. Garam ini menurut masyarakat setempat memiliki cita rasa dan aroma yang khas dan jika dipakai untuk memasak sayuran tidak merubah warna hijau, dan sudah dikonsumsi oleh masyarakat Krayan sejak nenek moyang sampai sekarang.

Garam  yang kita kenal sehari-hari dapat didefinisikan sebagai sesuatu kumpulan senyawa kimia yang bagian utamanya adalah Natrium Klorida (NaCl) dengan zat-zat pengotor terdiri dari CaSo4, MgSo, MgCl dan lain-lain (Marihati &Muryati, 2008). Garam dapat diperoleh dari tiga cara, yaitu penguapan air laut dengan sinar matahari, penambangan batuan garam (Rock salt), dan dari sumur air garam (Brine). Bila dilihat dari asal dan pembentukan garam secara komersial diperoleh dari lima sumber : (1) pelapisan batu sedimen, (2) air asin, (3) air laut, (4) permukaan endapan playa, dan (5) kubah garam (Wilarso,D. Dkk.1995).

Menurut Wilarso, D.1996 mutu hasil produksi garam konsumsi yang dihasilkan pabrik masih banyak yang belum memenuhi standar dilihat dari kadar NaCl nya. Hal ini disebabkan oleh kondisi bahan baku yang sangat rendah mutunya, proses refining yang tidak memenuhi syarat serta sistem pengelolaan pabrik yang kurang profesional hal ini dapat dimaklumi karena industri garam ini masih dalam skala kecil. Kualitas garam yang dikelola secara tradisional pada umumnya harus diolah kembali untuk dijadikan garam konsumsi maupun untuk garam industri.

Tabel.    Analisa Kualitas Garam Gunung di desa Long Midang kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan

Parameter

Satuan

Garam Curai

Garam Padat

Syarat Mutu

(SNI 01-3556-2000)

Keadaan

Bau

Warna

Rasa

Kadar air

NaCl

Iodium (KIO3)

Cemaran Logam

Timbal (Pb)

Tembaga (Cu)

Raksa (Hg)

Arsen (As)

Kalsium (Ca)

Magnesium (Mg)

 

 

 

 

%

%

mg/kg

 

mg/kg

mg/kg

mg/kg

mg/kg

%

%

 

Normal

Putih

Asin

3,36

95,78

31,53

 

10,40

ttd

0,1

ttd

0,06

0,47

 

Normal

Putih

Asin

1,073

80,71

4,01

 

8,22

ttd

0,089

ttd

0,13

0,34

 

Normal

Putih

Asin

Maks 7

Min. 94,7

Min 30

 

Mak 10

Mak 10

Maks 0,1

Maks 0,1

Maks 1,0

Maks 1,0

Keterangan  ttd : tidak terdeteksi

Sumber :  Fauziati, 2010

Gambar : Sumur sumber air asin sebagai bahan garam gunung

Gambar :  Pondok pengolahan garam gunung Pa’Nado desa Long Midang dan kayu sebagai Bahan bakar pembuatan garam gunung

Gambar : Proses perebusan air asin di atas tungku

Gambar : Pengeringan garam gunung dalam bentuk kristal dengan cara dijemur di bawah sinar matahari

 

 

REFRENSI TERKAIT :

Sriwulan P.R., Bachrian Pebriyadi, Sumarmiyati. 2016.  Usaha Tambahan Petani dengan Pembuatan Garam Gunung di Kecamatan Krayan Kab. Nunukan, Prov. Kaltara.Prosiding Seminar Nasional Agribisnis Pengembangan Ekonomi Perdesaan II. Bangkalan, 20 Mei 2016. Penerbit UTM Press Universitas Trunojoyo Madura.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com