Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini289
mod_vvisit_counterKemarin808
mod_vvisit_counterMinggu ini5038
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini19038
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033830

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 34.204.179.0
,
Hari ini: 24 Agus, 2019
Galakkan Jarwo 2:1, BPTP Adakan Demplot di Sebakung Makmur PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rina D dan Tarbiyatul   
Rabu, 24 Mei 2017 10:27

Desa Sebakung Makmur merupakan salah satu desa di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara yang mayoritas petaninya menerapkan sistem tanam benih langsung (tabela) untuk budidaya padi mereka. Hal ini disebabkan sistem tabela lebih praktis, memastikan jarak tanam lebih tepat (jika diterapkan jarak tanam), tanaman terhindar dari proses penggabungan akar yang biasa terjadi pada saat transplanting sehingga banyak akar yang rusak dan putus, tidak membutuhkan tenaga kerja banyak, serta efisien dari segi waktu. Namun disamping memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, sistem tabela ini memiliki beberapa kelemahan/ kekurangan diantaranya:

  1. Sistem tabela hanya dapat digunakan pada musim kemarau. Bila digunakan pada musim penghujan, benih yang dimasukkan ke dalam lubang akan keluar dan tersebar kemana-mana, menyebabkan jarak tanam menjadi tidak teratur.
  2. Dengan sistem tabela, karena pengairan lahan di lakukan lebih awal pada saat akan membuat lubang, dapat menyebabkan biji-biji gulma berkecambah dan tumbuh lebih awal.

BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur, melalui kegiatan pendampingan Upaya Khusus (Upsus) melaksanakan demplot jajar legowo 2:1 dengan 5 (lima) varietas unggul baru (VUB), diantaranya Inpago 5, Inpari 29, Inpari 32, Inpari 33, dan Inpara 2 seluas 2 (dua) hektar di Kelompok Tani Serumpun, Desa Sebakung Makmur. Demplot ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarkat mengenai jarak tanam jajar legowo dimana sebelumnya petani di kelompok ini menerapkan jarak tanam yang cukup rapat bahkan nyaris tidak teratur, sehingga dari demplot ini diharapkan dapat merangsang petani untuk mau mencoba bahkan menerapkan seperti yang dicontohkan.

Adapun manfaat dan tujuan dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah sebagai berikut:

  1. Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30% yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro.
  2. Dengan adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/ lorong.
  3. Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan.
  4. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.
  5. Dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com