Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini571
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1980
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15980
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030772

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 34.239.158.107
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
Pendampingan Upsus Siwab dan Kawasan Ternak Di Samboja Kukar PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sundari dan Sionita   
Jumat, 12 Mei 2017 15:29

Kegiatan Pendampingan UPSUS SIWAB dan Kawasan Ternak dilaksanakan pada tanggal 04 Mei 2017 di BP3K Samboja Kabupaten Kukar. Pendampingan berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka program Upsus Siwab dan Kawasan Peternakan. Pertemuan dihadiri beberapa narasumber antara lain dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur diwakili kepala Bidang Pakan dan Hijauan Ternak, (Yacob), Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara diwakili Kepala Seksi Budidaya (Noor Hapsoro), Perwakilan Bank Kaltim Samarinda dan Samboja dan Perwakilan dari Jasindo, serta 13 klotan perwakilan dari masing – masing kelompok ternak yang ada di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pertemuan tersebut dijelaskan oleh Yakob, adanya larangan dengan tidak diperbolehkannya untuk melakukan pemotongan ternak betina produktif. Apabila melakukan pemotongan ternak betina produktif maka akan dikenakan denda yakni hukuman 1 – 6 bulan dan denda 1 – 3 juta untuk domba dan kambing, hukuman 3 – 12 bulan dan denda 100 – 300 juta untuk sapi dan sanksi tersebut diberlakukan untuk pemilik, penjual, pembeli, rumah pemotongan hewan yang melakukan praktik jual beli serta pemotongan hewan ternak betina produktif.

Dalam sambutannya juga Yakob menjelaskan untuk mensukseskan program Upsus Siwab diperlukan peningkatan jumlah sapi produktif yakni dengan IB ataupun dengan INKA. Setiap sapi, khususnya sapi betina yang dimiliki oleh peternak harus memiliki Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) yang akan di input dalam isikhnas, dimana bila sapi bunting tidak masuk dalam IB, namun bila sudah melahirkan anak akan dimasukkan dalam IB. Apabila sapi dalam keadaan normal maka akan masuk kedalam akseptor, namun bila kurang sehat maka harus diobati terlebih dahulu.

Sementara itu untuk mengembangkan usaha ternak, Rama dari Bank Kaltim mengatakan penawarkan kredit kepada peternak dengan suku bunga 9% dengan jangka waktu 12 bulan atau setelah ternak telaku terjual. Untuk melindungi usaha ternak, maka ternak perlu diasuransi.

Asuransi yang ditawarkan dan telah direkomendasi oleh Pemerintah yakni Jasindo ucap Benny perwakilan dari Jasindo. Jasindo menawarkan asuransi ternak dengan nilai premi yang menguntungkan bagi peternak. Dengan asuransi ternak sapi apabila terjadi kecelakaan asuransi bisa menggantikan atau apabila sapi tidak produktif lagi pihak asuransi bisa memberikan penggantian itupun harus melalui pemeriksaan dan mengeluarkan surat dari pihak asuransi.

Salah satu Penyuluh dari BPTP Kaltim Sundari mengatakan Bimtek ini digelar untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan, ketrampilan bagaimana cara pengolahan pakan dengan bahan yang murah, mudah didapat dan mudah dipraktekan dilapangan dan bahannya tersedia disekitar lokasi. Pelaksanaan Bimtek kepada kelompok ternak dikec. Samboja diharapkan peternak bisa mengajak atau menularkan memanfaatkan kepada kelompok peternak yang ada dikecamatan lainnya, dengan pengelolaan pakan yang baik dan benar dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan, pertumbuhan dan perkembangan ternak sapi meningkat, produktifitas dan populasi ternak sapi meningkat sehingga total produksi sapi dapat meningkat. Pendampingan Bimtek ini bisa sebagai wadah pembelajaran untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi.

Pendampingan Upsus Siwab dan pengembangan kawasan ternak perlu dilakukan secara terpadu dengan Dinas Peternakan, BP3K dan BPTP, Asuransi dan Bank bagian permodalan. Bentuk pendampingan yang akan dilakukan BPTP Kaltim berupa percontohan (demplot), penyebaran materi informasi dan Narasumber pada pertemuan, baik yang dilaksanakan di Dinas maupun yang dilaksanakan pada kelompoktani kata Drh.Sionita Gloriana peneliti BPTP Kaltim. BPTP kaltim memberikan materi pembuatan pakan fermentasi (silase), mineral blok, dan jamu ternak.

Pertemuan dilanjutkan dengan praktek pembuatan Pakan fermentasi, Jamu Ternak, Mineral Blok di salah satu lokasi kelompok tani Karya Bakti Samboja bersama Peneliti/Penyuluh BPTP Balitbangtan Kaltim, Penyuluh dari BP3K Samboja serta  Bapak/Ibu Kelompok Tani Samboja

Praktek Pembuatan (SILASE, MINERAL BLOK, JAMU TERNAK) di. Kel. Tani  Karta Bakti Samboja

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com